Mohon tunggu...
Fernando Alang
Fernando Alang Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Pesan Cinta Dalam Pena

9 Juni 2017   16:02 Diperbarui: 9 Juni 2017   16:19 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dengan pena,

ku rinci sebuah pesan

tentang seuntai perasaan

yang enggan mampu ku sampaikan lewat lisan

 

Dengan lapak hangat,

ku lontarkan

Lantunan syair syair cinta 

Pada setiap alurnya

 

Bersama rasa,

ku rangkai 

pernak pernik kata makna

berseri romansa di dalamnya

 

Gelora asmara 

teramat membentang

bila saja di ukur 

tak habis dalam skala hindia

 

Setelahnya,

 

daku lesatkan 

busur lembut 

berdasarkan cinta 

pada halaman kalbunya

 

Parasnya kusamarkan 

bagai merpati suci

tetap ayu paruhnya

laksana dewi permaisuri 

 

yang bersemayam

dalam megah istana 

dengan lengkapan 

sinar mahkota

...

 

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun