Pemberlakukan tinggi-rendah suku bunga juga disesuaikan agar proses debet-kredit Perbankan bisa efektif.
Nah, dalam konteks SSK, saya mau menarik lagi istilah kepercayaan bank di atas, untuk membuat simpulan sederhana. Dimana kepercayaan tadi bisa menjadikan indicator positif pondasi ekonomi.
Jika kepercayaan Bank menguat-dominan kepada masyarakat, tentu saja bisa menggambarkan, hak dan kewajiban para debitur Bank berjalan postif. Dan itu turut memaksimalkan pondasi SSK kita, dari ancaman gagal-bayar.
Nah bisa kita bayangkan, jika tanda-tanda Pandemi berakhir dan mendapatkan kepastian usaha? Dimana modal kepercayaan Bank tadi bisa menjadi asset, agar  kita bisa bangkit Kembali menggarap usaha apa-saja yang tersandra Covid-19 sekarang ini.
Dengan banyak menggali inspirasi di musim Pandemi ini, tentu akan menambah lagi koleksi ide-ide usaha baru, yang nanti diperkuat oleh modal usaha yang mudah diberikan Bank sebagai penggerak ekonomi.
Nah poinnya sih, kredit/hutang dan Inspirasi akan saling bersinergi kok, untuk bersama bangkit menyambut berakhirnya Pandemi ini nanti-kan?
Tanpa harus menunggu bantuan Pemerintah, terutama kepastian ketersediaan lapangan pekerjaan yang pasti membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Beruntunglah, kita bisa bangkit lebih-dahulu.
Saya mau katakan, tetaplah memegang kepercayaan Bank dengan cara memenuhi semua hak dan kewajiban kita sebagai debitur selama mampu, sekarang dan nanti.
Harapanya, akan bisa memberikan hal positif, utamanya memutar laju roda ekonomi yang dibangun dari inspirasi-inspirasi kita di masa sulit, untuk menghadapi Pandemi apa-saja sekarang dan nanti
Artinya lagi, Pemerintah pasti akan terbantu dengan perilaku cerdas masyrakat mengelola hutang dengan cermat, dan terus menggali inspirasi untuk segera bisa berdampingan dengan Pandemi apa-saja di masa akan datang dalam konteks-konteks ekonomi.