Kita pun sebenarnya wajib menjalankan apa yang ada pada petunjuk new normal tersebut tanpa adanya virus. Masa kita harus tunggu tertekan dulu baru mau ada perubahan untuk beradaptasi terhadap kondisi terbaru.
Yang agak sulit memang penerapan di ruang-ruang umum atau sarana umum. Tidak terkecuali di tempat-tempat wisata. Apakah ketika menikmati fasilitas umum kita mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya kebersihan?
Membuang sampah pada tempatnya saja kerap kali kita lupakan dan seakan tidak peduli. Barulah ketika banjir melanda seakan sadar bahwa membuang sampah sembarangan adalah penyebabnya.Â
Jadi marilah pada momen ini setidaknya kita mulai menumbuhkan kesadaran pada diri kita masing-masing. Tidak usah merasa rugi jika orang lain belum memiliki kesadaran bagi diri mereka. Toh semua kebaikan yang kita lakukan tentu saja akan kita nikmati sendiri.
Tidak usah pula belajar menegur orang-orang yang seakan tidak peduli kepentingan umum. Biarlah mereka menanggung sendiri hasil perbuatannya. Ketika kita melakukan yang baik pun belum tentu diri kita mendapatkan timbal balik yang baik apalagi kita tidak menjalankan yang baik.
Kebaikan akan mencari sendiri jalannya dan menghasilkan tanggapan yang baik pula bagi yang melakukannya. Sebagai pribadi kita hanya perlu melakukan yang terbaik untuk diri sendiri sehingga manfaatnya mungkin saja dapat dinikmati orang lain.
Kalo tidak dinikmati orang lain setidaknya kita melakukan yang terbaik bagi diri sendiri sehingga kita telah bertanggung jawab pada diri sendiri. Selamat dating new normal….
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H