Mohon tunggu...
bu hanna hanna
bu hanna hanna Mohon Tunggu... Guru - Guru Ndeso

Guru Sosiologi dan Antropologi di SMAN 1 Ngemplak Boyolali Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Melalui PRA dan Unggahan Simulasi

10 Mei 2019   15:44 Diperbarui: 10 Mei 2019   15:50 832
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

PRA secara harfiah metode ini dapat diartikan sebagai : 1. Pengkajian pedesaan dan atau pesisir secara partisipatif. 2. Menurut Robert Chambers (yang mengembangkan metode ini) mengartikan sebagai : sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat pedesaan dan atau pesisir untuk turut serta meningkatkan dan mengkaji pengetahuan mereka mengenai hidup dan keadaan mereka sendiri agar meraka dapat menyusun rencana dan tindakan pelaksanaannya[6]. Prinsip PRA adalah partisipasif, luwes, bekerjasama, hemat dan sistematis sehingga dapat direncanakan sesuai sumber daya yang dimiliki untuk membuat sebuah perencanaan yang dapat dipercaya dan sahih.

Teknik PRA yang dipilih adalah transek, pemetaan kondisi alam dan diskusi terarah untuk membuat perencanaan kesiapsiagaan bencana alam. Ada tiga upaya dalam rencana kesiapsiagaan bencana alam yaitu 1. Memiliki sebuah rencana darurat, 2. Keterampilan dan kepekaan dalam menyiapkan 10 benda yang dibutuhkan dalam kondisi darurat bencana dan 3. Menyimak info di media seperti televisi, radio atau memantau aplikasi android seperti BMKG, IOS dan Magma.

             B.Siklus 1

Siklus pertama guru membimbing siswa mempraktekan bagaimana melakukan upaya membuat rencana darurat melalui teknik PRA yaitu :

 1. Teknik pertama transek atau berjalan jalan melakukan observasi lingkungan untuk mengidentifikasi ancaman bencana, mengidentifikasi titik kumpul, mengidentifikasi lokasi tempat mematikan listrik dan air, mengidentifikasi titik aman, mulai mengidentifikasi rute evakuasi dan nomor penting darurat.

 2. Teknik kedua pemetaan. Setelah transek melakukan langkah pembelajaran pemetaan kondisi alam lingkungan yaitu membuat gambar rute evakuasi, memberi tanda rute evakuasi, menentukan titik kumpul, menandai tempat penting darurat yang tampak listrik dan air.

 3. Teknik ketiga FGD  atau diskusi terarah tentang penentuan akhir rencana darurat, mengkaji ulang rute evakuasi, pemberian tanda bahaya, menyepakati titik kumpul dan tanda kumpul seperti bunyi peluit panjang adalah tanda bahaya, peluit 2 kali lari ke titik kumpul dan peluit bersuara 3 kali selesai dari titik kumpul menuju rute evakuasi dan pertolongan pertama.

             C.Siklus 2

 Siklus kedua para siswa diharapkan membuat video tentang kesiapsiagaan bencana alam dan diunggah di youtube dan disebarkan di media sosial. Hal ini merupakan upaya ketiga dari kesiapsiagaan bencana alam tentang penyebaran informasi kepada khalayak agar tercipta kesadaran tentang pembentukan karakter dan keterampilan untuk menolong diri sendiri dan orang lain sebagai upaya pengurangan resiko bencana alam.

             D. Hasil

Hasil dari praktik baik tentang Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Alam Generasi Milenial Melalui PRA dan Unggahan Video Simulasi di Youtube Materi Penelitian Sosial pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X IPS 1 SMAN 1 Ngemplak Boyolali adalah sebagai berikut :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun