Mohon tunggu...
Hanil Khotimah
Hanil Khotimah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Hobi saya memasak

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pembagian Tasawuf: Al-Ashilah dan Al-Dakkilah

10 November 2024   23:20 Diperbarui: 10 November 2024   23:46 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Tasawuf, juga dikenal sebagai sufisme, adalah aspek spiritual Islam yang berfokus pada mencapai kedekatan dengan Allah melalui pengendalian diri, pembersihan jiwa, dan latihan rohani. Selama sejarah tasawuf, para ulama telah membentuk beberapa kelompok atau aliran. Dua yang paling sering dibicarakan adalah Tasawuf al-Ashilah dan Tasawuf al-Adkkilah, yang merujuk pada cara yang berbeda untuk memahami dan mengamalkan ajaran tasawuf.

A. Tasawuf al-Ashilah

Tasawuf al-Ashilah menekankan pada disiplin ilmu syariah, tasfiyah (penyucian jiwa), dan tazkiyah (pemurnian batin), dan mengarah pada cara yang lebih konvensional dan logis dalam mencapai kedekatan dengan Allah. Istilah "ashilah" secara harfiah berarti "asal" atau "pokok", yang merujuk pada pokok ajaran yang jelas dalam perjalanan spiritual seorang sufi.
Tasawuf al-asilah terdiri dari empat bagian: sumber, tujuan, metode, dan model. Sumber utama tasawuf al-asilah adalah Al-Qur'an dan sunah Rasulullah. Berdasarkan sumber, tujuan, metode, dan model, tasawuf al-asilah dibagi menjadi lima kelompok: tasawuf qur'ani, tasawuf sunni, tasawuf akhlaki, tasawuf amali, dan tasawuf salafi.

1) Tasawuf Qur’ani

Istilah "tasawuf Qur'ani" mengacu pada praktik tasawuf (sufisme) yang berlandaskan pada Al-Qur'an. Dalam konteks ini, tasawuf dipandang sebagai upaya untuk menghidupkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam aspek batin dan spiritual, dengan fokus pada pembersihan jiwa dan pembentukan akhlak yang mulia dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapa dalam Al-Qur'an.
Mungkin ada perbedaan pendapat antara beberapa ulama yang mendefinisikan tasawuf Qur'ani, tetapi sebagian besar mereka setuju bahwa tasawuf Qur'ani adalah tasawuf yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang ditemukan dalam Al-Qur'an dan menjadikannya sumber utama untuk memperbaiki diri, meningkatkan spiritualitas, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah.

2) Tasawuf  Sunni

Tasawuf Sunni adalah jenis tasawuf yang berbasis pada ajaran Islam yang benar, mengutamakan pembersihan hati dan mengamalkan akhlak mulia sesuai dengan contoh Nabi Muhammad SAW. Tasawuf Sunni menekankan bahwa perjalanan spiritual harus selalu bergantung pada Al-Qur'an dan Sunnah. Upaya untuk mencapai kedekatan dengan Allah dengan menghilangkan sifat buruk dan memperbaiki hubungan dengan alam dan sesama manusia adalah tujuan tasawuf Sunni.

3) Tasawuf Akhlaki

Tasawuf Akhlaki adalah cabang dari tasawuf (sufisme) yang menekankan pada pembentukan dan penyempurnaan akhlak atau perilaku moral seseorang dalam perjalanan spiritualnya. Dalam perspektif ini, tasawuf tidak hanya dilihat sebagai upaya untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan (ma'rifatullah) melalui ibadah ritual, tetapi juga sebagai proses yang mengutamakan perbaikan karakter dan akhlak seseorang agar seorang Muslim dapat mencerminkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari
Secara sederhana, tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang berfokus pada membangun akhlak yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam dan sifat Rasulullah SAW, seperti sabar, ikhlas, rendah hati, pemaaf, jujur, dan adab yang baik dalam interaksi dengan orang lain.Tasawuf Akhlaki adalah cabang tasawuf (sufisme) yang menekankan pada pembentukan dan penyempurnaan akhlak atau perilaku moral seseorang selama perjalanan spiritualnya.

4) tasawuf amali

Tasawuf Amali adalah salah satu tasawuf yang lebih menekankan pada praktik atau amalan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan langsung dengan penyucian jiwa dan pencapaian kedekatan dengan Allah. Istilah "amali" dalam hal ini berasal dari kata "amal", yang berarti amalan atau perbuatan. Oleh karena itu, tasawuf amali dapat diartikan sebagai tasawuf yang fokus pada pengamalan prinsip-prinsip spiritual dalam bentuk tindakan konkret yang sesuai dengan syariat Islam, dengan tujuan untuk membersihkan hati dan meningkatkan akhlak.

5) tasawuf salafi

Tasawuf Salafi adalah pendekatan tasawuf yang berpusat pada penerapan ajaran tasawuf sesuai dengan prinsip-prinsip Salafus Shalih, yaitu generasi pertama umat Islam yang terdiri dari Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tabi'in, atau generasi setelah sahabat. Tujuan tasawuf Salafi adalah untuk menghindari praktik-praktik yang dianggap sebagai bid'ah (inovasi agama) dan menyimpang dari ajaran Islam yang murni dengan berpegang pada Al-Qur'an, Sunnah, dan perbuatan salaf.

B. Tasawuf al-Adkhilah

Tasawuf Adkhlīla dapat dijelaskan sebagai pendekatan tasawuf yang berfokus pada penyucian jiwa dari dalam, dengan cara menghilangkan sifat-sifat tercela dan menggantinya dengan akhlak yang mulia. Dalam konteks ini, "adkhil" yang berasal dari kata "dakhala" dalam bahasa Arab, berarti "masuk ke dalam". Dengan demikian, tasawuf adkhlīla menggambarkan sebuah proses di mana seorang sufi "masuk ke dalam dirinya sendiri" untuk melakukan perubahan batin yang mendalam, menghilangkan sifat-sifat buruk, dan menumbuhkan sifat-sifat yang lebih baik.

1) Itihad

Itihad secara bahasa berarti penyatuan. Dalam tasawuf, itihad adalah puncak pengalaman rohani seorang sufi ketika mengalami fana, yaitu lenyap kesadaran tentang dirinya karena merasakan baqa, yaitu tetap bersama Allah. ittihad bisa merujuk pada penggabungan atau penyatuan antara manusia dengan Tuhan dalam bentuk kesatuan spiritual, meskipun ini biasanya lebih terkait dengan konsep wahdat al-wujud yang mengajarkan bahwa seluruh eksistensi pada dasarnya adalah satu dengan Tuhan. 

2) hulul

Secara harfiah, istilah hulul berarti menempati, ajaran tasawuf yang menyatakan bahwa Tuhan dapat menitis ke dalam tubuh manusia tertentu, setelah sifat-sifat kemanusiaan dalam tubuh tersebut dilenyapkan.

3) Wahdat al-wujud

Wahdat al-Wujud (وَحْدَةُ الوُجُود) adalah sebuah konsep dalam tasawuf yang berasal dari bahasa Arab yang berarti "Kesatuan Wujud" atau "Persatuan Wujud". Konsep ini menjelaskan pandangan bahwa semua wujud (keberadaan) di dunia ini pada hakikatnya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan manifestasi dari wujud Tuhan (Allah). Dalam pandangan ini, Tuhan tidak hanya ada di luar ciptaan-Nya, tetapi juga meresap dalam setiap aspek kehidupan dan wujud di alam semesta.

C. Perbandingan Antara Tasawuf al-Ashilah dan Tasawuf al-Adkkilah

Secara garis besar, perbedaan utama antara tasawuf al-Ashilah dan tasawuf al-Adkkilah terletak pada metode dan pendekatannya:

  • Tasawuf al-Ashilah lebih menekankan pada pengamalan syariah dan disiplin ilmu yang jelas, serta upaya untuk membersihkan hati melalui cara yang terlihat dan terstruktur dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tasawuf al-Adkkilah lebih bersifat batin dan mendalam, dengan penekanan pada pengalaman langsung dan pencapaian kedekatan dengan Allah melalui praktik-praktik yang lebih tersembunyi dan pribadi, tanpa memerlukan pengakuan eksternal.

Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai maqamat (kedudukan spiritual) yang lebih tinggi dan meluhurkan jiwa agar lebih dekat dengan Allah, serta memperoleh maqam al-ihsan (beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya).

Kesimpulan

Baik tasawuf al-Ashilah maupun tasawuf al-Adkkilah adalah dua pendekatan dalam mencapai kedekatan dengan Allah, namun dengan jalur yang berbeda. Tasawuf al-Ashilah lebih mengedepankan pengamalan syariah yang terstruktur, sementara tasawuf al-Adkkilah mengarah pada pengalaman batin yang lebih halus dan dalam. Keduanya penting dalam kerangka keseluruhan perjalanan spiritual seorang Muslim yang ingin menyucikan hati dan mencapai kedekatan dengan Tuhan.

penulis : hanil Khotimah dan Hamidullah Mahmud

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun