Pengalaman mengajar selama bertahun-tahun memberi wawasan. Ada suka dan duka di dalamnya.
Hal yang menimbulkan duka adalah semakin meningkatnya teknologi, mudahnya mengakses beragam informasi, justru yang saya lihat adalah penguasaan bahasa Inggris kebanyakan generasi muda yang semakin menyedihkan.
Kebanyakan murid les yang saya temui mempunyai keterampilan berbahasa Inggris yang sangat minim.Â
"Yah, kalau sudah hebat, untuk apa les sama bapak," begitu mereka beralasan.
Tentu saja, kalau itu menjadi parameter les atau tidaknya, hal tersebut bisa diterima. Tapi menurut saya, paling tidak, hal mendasar seperti menyatakan jam dalam bahasa Inggris, kategori murid les berstatus siswa-siswi SMA dan mahasiswa-mahasiswi, bisa menjawabnya.
Mengungkapkan pukul berapa dalam bahasa Inggris adalah hal dasar. Kenapa saya bisa berkata demikian? Karena selama berkarier sebagai guru bahasa Inggris, sebagian besar saya menjalani di Sekolah Dasar (SD).
Otomatis, saya mengetahui secara pasti kalau di SD, materi ajar tentang jam (time) sudah diajarkan kepada peserta didik.
Anehnya, pengetahuan tentang waktu tidak dikuasai oleh beberapa murid les yang sudah berstatus siswa-siswi SMA dan mahasiswa-mahasiswi.
Salah satu contoh, Doni (bukan nama sebenarnya), murid les yang berstatus siswa kelas XII jurusan IPA di salah satu SMA swasta di Samarinda. Dia menemui kesulitan dalam memahami jam, terutama yang menyangkut "setengah".
"Ini jam berapa, Don?" Saya bertanya pada Doni sambil memperlihatkan jam dinding bekas yang menunjukkan pukul 07.30.
"Jam setengah delapan, Pak," jawabnya cepat.