Kita harus hati-hati. Saya juga banyak kali menemui beberapa kenalan yang tertipu pada orang-orang yang mengaku masih satu kampung dengan mereka.
Jangan sampai gara-gara mendengar 'berasal dari satu kampung yang sama' sehingga menumpulkan kewaspadaan. Apalagi di saat pandemi covid-19 sekarang ini. Salah melangkah, tertipu, akhirnya menyesal kemudian.
3. Baca dan pelajari dengan saksama surat perjanjian sebelum menandatanganinya
Jikalau Anda disodori surat perjanjian, baca dan pelajari dengan saksama isi surat perjanjian sebelum menandatanganinya.
Saran saya, ambil waktu minimal tiga hari untuk menelaahnya. Ajak anggota keluarga, semisal istri, suami, anak, saudara, atau teman untuk mempelajari isi surat tersebut. Dengan begitu, apa yang terlewatkan oleh Anda, mungkin terlihat oleh orang lain.
Jangan sampai tergiur dengan kemudahan mendapatkan pinjaman, tapi Anda tidak jeli pada poin tentang 'bunga' atau riba seperti yang terjadi pada kasus Midun atau beberapa teman yang pernah saya dengar ceritanya.
***
Demikianlah sedikit masukan dari saya tentang tiga nilai moral perihal berutang dari pengalaman pahit Midun. Kiranya bisa memberikan pencerahan dan menjadi pelajaran berharga bagi Anda.
Bagi Anda yang belum pernah menonton sinetron "Sengsara Membawa Nikmat", Anda bisa menontonnya di link YouTube TVRI yang saya akan tautkan di akhir tulisan ini.
Link tersebut hanya di bagian video tertentu dimana Midun marah pada Jufri karena merasa tertipu olehnya.
Ada beberapa video lainnya, karena durasi sinetron yang cukup panjang. Anda bisa telusuri akun YouTube TVRI untuk menonton bagian-bagian awal dan sesudahnya.
Dan alangkah lebih baiknya lagi jika Anda juga membaca novelnya, supaya mendapat pemahaman yang lebih lengkap.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda.
Salam Kompasiana
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H