Aplikasi Podbean, Anchor, Spotify, dan yang sejenis juga sangat membantu karena banyak orang yang membuat rekaman podcast, baik itu dalam bahasa Inggris, maupun dalam bahasa-bahasa yang lain, kemudian mereka mengunggahnya ke berbagai platform tersebut.
Biasakan mendengar dalam bahasa Inggris. Dengan begitu, Anda akan terbiasa, bisa memahami apa yang diucapkan, dan mengetahui pengucapan kata demi kata dengan benar.
2. Banyak berbicara dalam bahasa Inggris
Mayoritas warga +62 sangat kental dengan budaya lisan dibanding budaya baca-tulis. Terbukti dengan suka berkerumunnya orang meskipun sudah ada himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak, yaitu social distancing dan physical distancing.Â
Narasi lebih banyak dari aksi.Â
Sebenarnya kalau budaya lisan diarahkan ke berbicara dalam bahasa Inggris, bisa dipastikan kita, warga +62 akan lebih unggul dibanding warga dari negara-negara tetangga.
Sayangnya, kebanyakan warga berbicara dalam bahasa Indonesia dan daerah. Kalau membicarakan hal yang positif sih tidak masalah. Ini kebanyakan membicarakan gosip dan kejelekan orang lain.Â
Alangkah eloknya kalau melatih berbicara dalam bahasa Inggris, supaya mahir cas-cis-cus seperti Harry Kane.
Mungkin Anda bertanya, "Bagaimana bisa berbicara dalam bahasa Inggris kalau tidak ada orang bule yang diajak bicara?"
No friend, no problem. Meskipun tidak ada teman untuk dijadikan lawan bicara dalam bahasa Inggris, tidak masalah, karena Anda bisa bicara sendiri di rumah di saat pandemi ini. Di dalam kamar terkunci, Anda bisa berlatih berbicara dalam bahasa Inggris.Â
Bagaimana cara untuk melatih berbicara dalam bahasa Inggris di kamar?
Bisa Anda baca tulisan saya sebelumnya dengan mengeklik link di bawah ini.Â