Jam satu dini hari baru selesai.
Bisa ditebak, besok pagi saya terlambat ke sekolah.
Saya pun menagih 'upah' karena sudah membantu mengetikkan, malahan konsep soal ulangan sebenarnya 90 persen dari saya, karena dia cuma tidur saja.
"Sedikit aja dapatnya, Ton. Udahlah. Upahmu besar di Surga."
"Enak aja kamu ngomong gitu. Gara-gara kamu nih, aku jadi terlambat kerja."
Tapi saya tidak mempersoalkan lagi, karena untuk apa berdebat.
Namun bukan berarti saya melupakan insiden ini.
Ini yang pertama. Kucatat di jurnalku. Liat kalau terjadi lagi!
* * *
Yang kedua, waktu saya satu kos dengan Rudi, teman saya ini, dan dia bertanya, "Ton, kamu ada acara atau nggak hari ini?"
"Nggak. Kenapa, Di?"