Di situlah saya menulis dan memaksa teman di kelas untuk membaca tulisan itu. Sayangnya saya memiliki tulisan tangan yang sangat buruk. Harus sangat hati-hati menulis agar teman sekelas dapat membacanya. Perangkat komputer dan laptop belum dimiliki secara lumrah oleh rakyat jelata zaman itu di Pulau Buru.
Hobi menulis itu terus saya salurkan sampai SMA, masih tetap ditulis di buku tulis. Bedanya bukan buku tulis bekas dan halaman sisa, tetapi saya membeli buku khusus untuk koleksi cerpen-cerpen saya.
Mungkin terasa terlambat jika 2019 lalu adalah pertama kalinya saya menerbitkan sebuah buku dengan sampul buku mencantumkan nama saya. Baru di tahun 2021 saya mengenal Kompasiana dan rutin menulis mulai Mei 2022, sedangkan Kompasiana eksis sejak 2008. Kedengarannya terlambat, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berkarya, bukan?
Ingin menjadi guru bahasa asing
Menjadi guru Bahasa Inggris juga berawal dari hobi membaca yang saya gilai itu. Di peta dalam buku atlas saya membaca setiap inchi peta Benua Eropa. Angan-angan terbang jauh hingga terbawa mimpi dalam tidur. Tempat-tempat asing, orang asing, bahasa asing memompa obesesi seorang gila baca.
Di dalam buku Intisari Ilmu Pengetahuan Sosial yang saya baca berulang-ulang itu, diketahui bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Pikiran saya berkelana dan berpikir bahwa bahasa tersebut dapat digunakan di seluruh negara di dunia. Betapa kerennya jika saya memahami bahasa tersebut. Dengan bermodal kamus Bahasa Inggris pemberian dari sepupunya Emak, saya belajar kosa kata Inggis. Dengan cara baca yang entah berantah.
Maka, saat lulus SMA, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi di salah satu PTN dengan jurusan Bahasa dan Seni, Program Studi Bahasa Inggris. Dan benar saja, dari situlah saya dapat berjumpa dan berkomunikasi langsung dengan orang asing dari negara asing dengan bahasa asing.
Demikian sekelumit kisah dari seseorang dengan hobi membaca yang mengawali segala perjalanan hidupnya. Hingga saat ini membaca adalah sebuah kecanduan dan kepuasan dalam gempuran video-video memikat di internet.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H