Nah, bila jarak poin di klasemen hanya tinggal 6 poin, dengan kompetisi Liga Inggris 2021/22 menyisakan 14 pekan, kemungkinan apapun masih bisa terjadi.
Bisa saja, Manchester City mendadak 'masuk angin' karena lebih fokus tampil di Liga Champions yang babak 16 besarnya akan mulai bergulir pekan depan.
Maklum, Pep Guardiola menyimpan ambisi memenangi trofi Liga Champions bersama City. Terlebih setelah musim lalu kalah di final dari Chelsea. Dia tentu ingin kembali membawa City ke final dan juara di kesempatan kedua.
Jurgen Klopp tak tertarik enggan bicara posisi di klasemen
Namun, meski Liverpool dianggap 'menyelamatkan' Liga Inggris dari ancaman kebosanan, tetapi Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp justru kurang tertarik bicara posisi timnya di klasemen.
Dalam wawancara seusai pertandingan seperti dilansir dari website resmi klub Liverpool, Klopp menyebut hal terpenting adalah timnya terus bermain bagus dan meraih kemenangan.
"Jujur saja, saat ini tidak penting bicara itu (memburu City di klasemen). Semisal kami sudah tak punya peluang mengejar mereka, apakah kami lantas bermain seadanya? Terpenting, kami harus terus emenangi pertandingan kami. Itu dulu," ujar Klopp dikutip dari liverpoolfc.com.
Klopp juga mengingatkan pemain-pemainnya bahwa Liverpool bukan hanya menjadi hunter alias pemburu bagi Manchester City. Namun, Liverpool juga dikejar oleh tim-tim di bawahnya.
Karenanya, pelatih yang telah memenangi trof Liga Champions dan Liga Inggris ini menyebut kemenangan atas Leicester sangat penting. Bukan hanya tentang menjaga peluang untuk mengejar City di klasemen.
"Bukan hanya memburu City atau apalah kalian menyebutnya, tetapi juga ada beberapa tim di belakang kami yang berupaya mendekat. Itu tidak kalah penting," sambung Klopp.
Liverpool menang karena ketajaman Diogo Jota