Dua pemain Slovakia, Martin Dubravka dan Juraj Kucka juga tidak sengaja memasukkan bola ke gawangnya sendiri saat timnya kalah telak 0-5 dari Spanyol di laga terakhir Grup E.
Kita tahu, kemenangan itu meloloskan Spanyol ke babak 16 besar. Kemenangan besar itu juga menjadi titik balik penampilan La Furia Roja hingga sampai ke semifinal.
Cerita gol bunuh diri berlanjut di laga perempat final akhir pekan kemarin. Bek Swiss, Denis Zakaria melakukan gol diri kala timnya bermain 1-1 dengan Spanyol.
Berniat memblok tendangan Jordi Alba, Zakaria malah membelokkan arah bola dan melaju ke gawangnya sendiri. Kita tahu, laga ini dimenangi Spanyol melalui adu penalti (3-1) setelah skor 1-1 tidak berubah hingga akhir babak perpanjangan waktu.
Tentu saja, penyebutan pemain yang mencetak gol bunuh diri sebagai top skor itu hanyalah bahasa kiasan. Memang, pemain yang melakukan own goal ini jumlahnya ada 10. Paling banyak.
Namun, mereka tidak mungkin menjadi top skor. Sebab, pencetak gl terbanyak ini gelar individu bagi pemain. Jadi bukan gelar untuk paguyuban atau komunitas pemain dengan gol bunuh diri.
Lalu, siapa pemain yang akhirnya menjadi top skor di Euro 2020?
Dari sekian nama yang masih berpeluang, Harry Kane dan Kasper Dolberg layak diunggulkan. Keduanya tengah tampil ganas. Keduanya mencetak gol di babak 16 besar dan perempat final.
Tentunya, akan juga bergantung siapa dari mereka yang akan lolos ke final. Sebab, dengan tampil di final, mereka berkesempatan untuk menambah gol lagi.
Meski, bisa juga, semisal Denmark atau Inggris yang tersingkir, tapi Dolberg atau Kane membuat hat-trick di semifinal. Dengan begitu, mereka sudah membuat 6 gol meski tidak tampil di final.
Siapa tahu begitu. Namanya juga berandai-andai. Sah-sah saja. Termasuk sah membayangkan Immobile atau Ferran Torres akan bisa mencetak banyak gol dna melewati jumlah gol Ronaldo.