Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Benar Kan, Chelsea Baik-baik Saja bersama Frank Lampard!

29 September 2019   16:50 Diperbarui: 29 September 2019   16:53 176
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lampard bersama Mason Mount/Foto: FourFourTwo

Butuh keberanian memainkan anak-anak muda minim pengalaman di kompetisi seketat Liga Inggris. Dan Lampard berani melakukannya. Dia percaya pada mereka. Dan, keberanian Lampard berbuah manis. Ketiganya tampil oke. Mount bahkan menjadi pencetak gol ke gawang Leicester.

Pada akhirnya, kemenangan itu datang juga. Pada 24 Agustus 2019, Chelsea menang 2-3 di markas Norwich City. Anak-anak muda yang dipercaya Lampard, tampil menggila. Abraham mencetak dua gol. Satu gol oleh Mount. Abraham kembali mencetak dua gol saat Chelsea di tahan Sheffield United 2-2 pada 31 Agustus.

Dan di pekan kelima, trio anak muda ini memperlihatkan bahwa mereka-lah masa depan Chelsea. Gol awal Tomori, hat-trick Abraham dan gol penutup Mount, membawa Chelsea menang 5-2 atas tuan rumah Wolverhampton.

Dari sini, media-media Inggris mulai latah. Mereka membandingkan tiga anak muda ini dengan para legenda Chelsea. Tomori dianggap titisan John Terry. Mount disebut penerusnya Lampard di lini tengah. Dan Abraham dipuji sebagai replikanya Didier Drogba.

Singkat kata, Sabtu (28/9) tadi malam, Chelsea kembali menang. Chelsea mengalahkan Brighton & Hove Albion 2-0 pada pekan ketujuh Liga Inggris. Kali ini giliran pemain senior yang 'bicara'. Dua gol dicetak Jorginho dari penalti dan sepakan Willian Borges.

Kemenangan ini membawa The Blues kini ada d peringkat 6 dengan 11 poin. Chelsea kini bahkan sudah ada di atas Manchester United yang tercecer di peringkat 11 dengan 8 poin. Meski, United baru memainkan 6 pertandingan.

Lalu, sejauh mana Chelsea bisa melangkah di Liga Inggris musim ini ?

Merujuk pada konsistensi Liverpool yang terus menang di 7 pertandingan. Juga Manchester City yang sudah mengumpulkan 16 poin. Rasanya sulit bagi Chelsea untuk bicara juara. Meski, segalanya masih bisa terjadi. Lha wong Liga Inggris musim 2019/20 baru berjalan 7 laga. Masih ada 31 pertandingan.

Namun, bila Chelsea terus tampil stabil. Bila anak-anak muda yang dipercaya Lampard itu terus tampil oke, apapun masih mungkin terjadi. Minimal, Chelsea bisa finish di peringkat empat besar seperti musim lalu untuk merebut 'tiket' ke Liga Champions.

Ah ya, bicara Liga Champions, Lampard juga tidak mampu mengawalinya dengan baik. Di penampilan perdananya sebagai pelatih, Chelsea kalah 0-1 dari Valencia di kandang sendiri pada matchday perdana pada 18 September silam.

Fans Chelsea tentunya berharap, Lampard bisa menemukan kebangkitan di Liga Champions, seperti halnya di Premier League. Kalah telak di pekan perdana, tahu-tahu kini sudah ada di peringkat 6.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun