Dulu ketika saya masih bekerja sebagai penulis berita rilis di instansi pemerintah, sidak ini menjadi agenda wajib yang harus diliput di hari pertama kerja usai libur Lebaran. Setelah ber-halal-bihalal, saya biasanya ikut mengawal sidak lantas melakukan cross check data ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengetahui adakah PNS yang tidak masuk kerja di hari pertama.
Bila ternyata ada abdi negara yang tidak masuk di hari pertama kerja, lantas ditanyakan berapa jumlahnya, dari instansi kedinasan mana dan apa saja alasannya sehingga tidak masuk kerja.
Alasan PNS tidak masuk kerja usai libur Lebaran
Sebenarnya kenapa kok masih ada PNS yang tidak masuk kerja di hari pertama kerja usai libur cuti bersama Lebaran? Setahu saya, berdasarkan pengalaman meliput agenda sidak dalam beberapa tahun, bilapun ada oknum yang tidak masuk kerja, sebenarnya bukan karena lalai, melainkan ada izin resminya/sah.
Di antaranya karena memang sakit akibat kecelakaan imbas perjalanan mudik, ada yang sakit karena ada surat keterangan sakit dari dokter, ada pula yang tengah berduka karena anggota keluarga/kerabatnya meninggal. Hingga ada yang tidak masuk karena sedang cuti melahirkan.
Lalu, adakah yang nekad membolos alias sengaja tidak masuk kerja? Selama ini, saya belum pernah menemui yang seperti itu. Namun, namanya saja manusia, bisa jadi ada yang seperti itu.Â
Bisa pula karena sesuatu hal emergency semisal karena macet parah ataupun mobil mogok/rusak dalam perjalanan arus balik. Atau karena tidak kebagian tiket pesawat/kereta sehingga tidak bisa kembali tepat waktu ke kota tempat bekerja.
Tapi, semoga di tahun ini, para Aparatur Sipil Negara sangat bersemangat untuk kembali masuk kerja di hari pertama kerja usai libur cuti bersama Lebaran. Selain demi semangat melayani masyarakat, mereka juga tentunya sudah rindu bertemu rekan kerja sekantor untuk saling bermaaaf-maafan di hari keenam di bulan Syawal ini.Â
Selamat kembali bekerja wahai para abdi negara.(*)
Referensi:
Detik
Jawapos
Liputan6
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H