Mohon tunggu...
Guruh Sugeng MSE.MH
Guruh Sugeng MSE.MH Mohon Tunggu... Bankir - BUMN Bank Mandiri, GSM,MH

hobi : bermain alat musik, Olahraga

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kehilangan Dompet dan STNK Akibat Banjir Medaeng, Sidoarjo

25 Desember 2024   14:03 Diperbarui: 25 Desember 2024   19:50 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
banjir medaeng sumber gambar guruh sugeng MSE,MH

Kehilangan Dompet dan STNK Akibat Banjir di Medaeng, Sidoarjo

Sidoarjo, Kompasiana -- Sebuah kejadian tidak menyenangkan dialami oleh Guruh Sugeng, seorang warga yang tinggal di kawasan Kavling Polda Desa Wage, Taman, Sidoarjo, pada Jumat malam, 24 Desember 2024. Peristiwa ini terjadi saat Guruh, yang bekerja sebagai seorang profesional dengan gelar SE, MH, mengalami kehilangan dompet dan STNK setelah terjebak dalam banjir yang melanda jalan raya Medaeng, Sidoarjo. Kejadian tersebut m

BANJIR mEdaeng sumber gambar Guruh Sugeng M,SE,MH
BANJIR mEdaeng sumber gambar Guruh Sugeng M,SE,MH
enambah deretan insiden yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan banyak jalan tergenang air.

Menurut penuturan Guruh, insiden ini bermula sekitar pukul 22.15 WIB. Setelah turun dari bus umum di kawasan Medaeng, Guruh melanjutkan perjalanan menggunakan layanan transportasi daring Grab. Namun, setibanya di depan Puskesmas Medaeng, perjalanan harus terhenti karena kondisi jalan yang terendam banjir. Banjir yang melanda jalan raya tersebut cukup tinggi, membuat banyak kendaraan tak dapat melanjutkan perjalanan. Hal ini memaksa Guruh untuk turun dari kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Guruh mengaku tidak menyangka bahwa pada malam itu, jalan yang ia lalui akan berisiko menyebabkan hilangnya barang-barang berharga miliknya. Saat ia berjalan kaki menyusuri jalan yang tergenang banjir, diduga dompet dan STNK miliknya terjatuh tanpa disadari. Guruh melanjutkan langkahnya dengan harapan sampai di tempat yang lebih aman, yaitu area yang tidak terendam banjir, tepatnya di depan Masjid Jatisari, yang berjarak beberapa meter dari Puskesmas Medaeng.

Kejadian Tak Disangka di Depan Masjid Jatisari

Ketika Guruh Sugeng tiba di depan Masjid Jatisari, di area yang sudah mulai kering dan tidak terendam banjir, ia baru menyadari bahwa dompet dan STNK yang ia bawa telah hilang. "Saat sampai di depan Masjid Jatisari, saya baru sadar bahwa dompet dan STNK saya tidak ada di tempat saya simpan," ungkap Guruh dengan nada kecewa. Saat itu, ia merasa cemas dan panik karena barang-barang tersebut sangat penting untuk keperluan sehari-hari.

Dalam kebingungannya, Guruh kembali memeriksa seluruh kantong dan tas yang ia bawa. Namun, setelah memastikan bahwa barang tersebut tidak ada di sekitarnya, ia merasa yakin bahwa dompet dan STNK miliknya telah jatuh di jalan yang baru saja ia lalui, tepatnya di area yang tergenang banjir antara Puskesmas Medaeng dan Masjid Jatisari.

Meskipun telah menyadari kehilangan tersebut, Guruh tidak dapat kembali ke lokasi untuk mencari barang-barangnya. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang masih tergenang banjir serta malam yang sudah larut, membuatnya merasa sulit untuk melanjutkan pencarian lebih jauh. Selain itu, ia juga khawatir jika kembali berjalan di jalan yang banjir, kondisi kesehatannya bisa terpengaruh oleh air kotor yang menggenang.

Langkah Pencarian dan Keputusan untuk Pulang

Setelah menyadari kehilangan itu, Guruh Sugeng memutuskan untuk tidak panik dan tetap berjalan kaki menuju rumahnya yang berada di kawasan Jalan Jeruk III, Kawasan Kavling Polda, Desa Wage, Taman, Sidoarjo. Meskipun perjalanan cukup jauh, Guruh tetap memutuskan untuk melanjutkan langkahnya ke rumah, dengan harapan bisa segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang dan memulai proses pencarian barang yang hilang.

"Saya sudah memutuskan untuk pulang dan baru keesokan harinya melapor ke pihak berwenang. Saya berharap ada bantuan atau informasi dari warga sekitar yang mungkin melihat dompet atau STNK saya," ujarnya. Guruh berharap, meskipun kejadian ini menyulitkan, barang-barang yang hilang dapat ditemukan kembali.

Pencarian terhadap dompet dan STNK yang hilang ini menjadi semakin sulit karena pada malam hari, kawasan Medaeng Sidoarjo terbilang sepi dan banyak kendaraan yang terjebak banjir. Tidak hanya itu, banyak warga yang juga terdampak banjir dan lebih fokus pada keselamatan diri dan keluarga mereka.

Banjir Melanda Kawasan Medaeng dan Sidoarjo

Kejadian ini juga menyoroti dampak banjir yang melanda kawasan Medaeng, Sidoarjo, pada Jumat malam tersebut. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo menyebabkan beberapa titik jalan tergenang banjir, termasuk di sepanjang Jalan Raya Medaeng yang menghubungkan Puskesmas Medaeng dan Masjid Jatisari. Genangan air yang mencapai ketinggian cukup signifikan membuat banyak pengendara terpaksa berhenti dan mencari jalan alternatif.

Pihak terkait menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu dampak dari curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan sungai-sungai meluap dan genangan air di berbagai titik jalan utama. Warga diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi area yang terendam banjir.

Harapan untuk Kejadian Serupa

Pihak berwenang di Sidoarjo dan masyarakat setempat diharapkan dapat lebih waspada terhadap kemungkinan dampak banjir, terutama di area yang sering terendam, seperti di Jalan Raya Medaeng. Untuk kejadian serupa yang menyebabkan kehilangan barang berharga, warga diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga barang pribadi mereka, terutama saat melintasi jalan yang tergenang air.

Selain itu, Guruh Sugeng mengungkapkan harapannya agar kejadian yang menimpa dirinya ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang agar lebih berhati-hati, terutama ketika cuaca ekstrem dan banjir melanda kawasan sekitar.

"Saya hanya ingin barang-barang saya bisa kembali. Saya juga berharap kejadian ini bisa menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu lebih waspada dan berhati-hati di jalan, terutama saat kondisi cuaca buruk," ujar Guruh, yang berharap pencarian terhadap barangnya dapat membuahkan hasil positif.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun