Mohon tunggu...
Greg Satria
Greg Satria Mohon Tunggu... Wiraswasta - FOOTBALL ENTHUSIAST

Learn Anything, Expect Nothing

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Captain America Antar USA Menang, Sementara Uruguay Pimpin Klasemen Grup C

24 Juni 2024   10:56 Diperbarui: 24 Juni 2024   11:22 189
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Momen saat "Captain America" Christian Pulisic cetak gol pertama ke gawang Bolivia, Senin (24/6/2024) pagi WIB. Sumber : AFP/OMAR VEGA via tribunnews

Perjalanan tuan rumah Amerika Serikat (USA) di helatan Copa America 2024 dimulai dengan mulus. Yanks, julukan Timnas USA, sukses menang 2-0 atas Bolivia di AT&T Stadium, Texas pada Senin (24/6/2024) pagi WIB. Kapten mereka Christian Pulisic yang mempunyai julukan "Captain America", jadi bintang dengan torehan satu gol dan satu assist.

Seluruh gol Timnas USA asuhan Gregg Berhalter tersaji di babak pertama. Pulisic mencetak gol cepat menit ke-3', kemudian umpannya di menit 44' sukses diselesaikan oleh eks striker Arsenal, Folarin Balogun.

Sementara pesaing lain di Grup C, Uruguay, sukses taklukkan Panama 3-1 tiga jam berselang. Bermain di Sun Life Stadium, Florida, pasukan Marcelo Bielsa tampil efektif lewat gol Max Araujo menit 16', Darwin Nunez menit 85' serta Matias Vina menit 90+1". Panama memperkecil kekalahan lewat sepakan kaki kiri Murillo di akhir laga.

Uruguay sementara memimpin Grup C karena cetak gol lebih banyak dibanding USA. Kedua negara selanjutnya akan lakoni matchday kedua pada Jumat (28/6/2024). Uruguay akan bersua Bolivia, sementara USA ditantang oleh sesama tim CONCACAF, Panama.

Jalannya Laga USA vs Bolivia

Gregg Berhalter mengakomodir pemain-pemain Generasi Emas USA dengan skema 4-3-3. Eks Arsenal, Matt Turner menjadi penjaga gawang dikawal oleh Scally, Chris Richards serta duo Fulham Tim Ream dan Antonee Robinson.

Gio Reyna, Weston McKennie serta Tyler Adams menjadi motor di lini tengah, sementara tanggung jawab menyerang dibebankan kepada Christian Pulisic, Timothy Weah plus Folarin Balogun.

Berinisiatif langsung menyerang, tuan rumah USA unggul cepat di menit ke-3'! Berawal dari sepak pojok, Christian Pulisic menitipkan bola pada Timothy Weah yang segera mengembalikan pada pemain AC Milan tersebut. Tak lama, Pulisic segera hujamkan sepakan keras yang mengarah ke pojok kanan gawang Bolivia.

Di akhir babak pertama, USA menambah keunggulan lewat Folarin Balogun. Menit 44', pemain AS Monaco ini sukses menerima bola sodoran Pulisic, dan taklukkan kiper Bolivia Gulermo Viscarra dengan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang. "Captain America" Pulisic harus dapat kredit atas momen visionernya ini.

Di babak kedua USA sempat memperbesar kedudukan lewat Balogun lagi, namun dianulir oleh VAR. Menit 53' Balogun sukses selesaikan umpan Timothy Weah, namun VAR mengindikasikan bahwa Weah sudah terperangkap offside ketika menerima bola.

Di akhir laga, Pulisic dan penyerang cadangan Ricardo Pepi sempat mengancam gawang Bolivia. Tetapi Viscarra masih belum bisa ditaklukkan kembali dan membuat USA harus puas dengan surplus dua gol ini.

Berbicara mengenai Yanks, persiapan mereka sebagai tuan rumah Copa America 2024 ini merupakan test-event besar untuk ajang Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan di tiga negara, USA, Mexico dan Kanada.

Tak ingin malu di kandang sendiri, Gregg Berhalter harus bisa mengkombinasikan pemain-pemain di usia emas seperti Pulisic, Adams, McKennie, Yunus Musah serta Antonee Robinson. Mereka akan bersinergi dengan pemain muda semacam Gio Reyna, Balogun, Pepi dan Timothy Weah yang mempunyai kualitas cukup baik.

Secara strategi bermain, pemahaman taktikal pemain USA bisa dikatakan sangat baik. Organisasi permainan dan satu dua sentuhan mereka berjalan baik. Salah satu hal yang bisa menghambat mereka, terutama melawan negara Zona Conmebol, adalah murni di kemampuan individual.

Fisik pemain Amerika Latin lebih menunjang untuk taklukkan momen satu lawan satu, dan ini yang kerap kali menjadi nilai minus dari Yanks. Meski begitu, transfer ilmu lewat kedatangan Lionel Messi dan kawan-kawan ex Barcelona-nya ke Inter Miami bisa mempercepat perkembangan sepakbola Amerika Serikat.

Jalannya Laga Uruguay vs Panama

Inilah satu antitesis bagi permainan USA, dimana Uruguay tidak terlalu banyak menguasai bola, bisa menang telak 3-1 atas Panama. Skuad asuhan Marcelo Bielsa hanya memperoleh 55% ball possesion, bahkan Panama lebih banyak menguasai bola di sisi lapangan Uruguay. Namun tiga momentum emas bisa dimaksimalkan Darwin Nunez dkk untuk menghabisi sang lawan.

Bielsa menurunkan formasi 4-2-3-1, dengan Sergio Rochet berada di bawah mistar gawang menggantikan era Fernando Muslera.

Nahitan Nandez, Ronald Araujo, Olivera serta Matias Vina menjadi kuartet pertahanan dibantu gelandang energik Federico Valverde dan Manuel Ugarte.

Eks Manchester United Facundo Pellistri, De Arrascaeta serta Max Araujo menjadi andalan transisi menyerang bersama ujung tombak Liverpool Darwin Nunez. Seperti sebelumnya, performa Nunez berseragam Uruguay lebih moncer daripada ketika membela The Reds.

Bermain dengan pola efektif, La Celeste julukan Uruguay sangat mendominasi babak pertama dengan lepaskan 12 tembakan, di mana 5 diantaranya tepat sasaran.

Gol pertama Uruguay sukses dicetak Max Araujo menit 16'! Menerima sodoran Matias Vina dari sisi kiri, Max Araujo lepaskan tembakan keras dri luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Panama, Orlando Mosquera.

Uruguay masih berupaya menambah skor, namun peluang dari Darwin Nunes, Valverde serta Ugarte masih belum menemui sasaran hingga wasit meniup tanda berakhirnya babak pertama.

Di babak kedua, Panama yang diasuh Christiansen Tarin balik mendominasi jalannya permainan. Di sisi inilah Uruguay memanfaatkan betul keunggulan pragmatisnya, peninggalan era Oacar Tabarez, pelatih sebelum Bielsa.

Berulang kali gawang Rochet terancam, Uruguay malah sukses memperbesar kedudukan via sepakan kaki kiri Darwin Nunez menit 85'. De La Cruz mengirimkan bola crossing dari sisi kanan, berhasil ditanduk oleh Max Araujo namun masih membentur badan pemain belakang Panama.

Dapatkan bola muntah, Nunez tak sia-siakan kesempatan menghujamkan gol dengan tendangan kaki kiri yang keras. Ini adalah gol Darwin Nunez yang ke-11 dalam 23 caps nya berseragam La Celeste!

Menit 90+1, Matias Vina berhasil menyambut tendangan bebas De La Cruz di sisi kanan dengan sundulan kerasnya! Eks pemain AS Roma ini unggul lompatan dari barikade pemain bertahan Bolivia, sehingga sukses kirim bola ke jala gawang Mosquera menjadi gol ketiga timnya di laga ini.

Masih belum menyerah, Panama perkecil kekalahan menit 90+5 lewat kaki kiri Amir Murillo! Mendapatkan bola di sisi kiri dalam kotak penalti, Murillo sukses menekuk Matias Vina sebelum lepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh Sergio Rochet. Patut diapresiasi bagaimana pemain-pemain Panama tidak habis semangat kedati sebelumnya tertinggal tiga gol.

Wasit akhirnya menyudahi laga usai gol Murillo, yang berarti Uruguay memimpin Grup C bersama dengan USA. 

Matchday kedua akan menjadi momen penentuan kelolosan bagi keduanya, sebelum Yanks dan La Celeste bersua di matchday terakhir, Selasa 2 Juli 2024 WIB nanti.

Salam olahraga

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun