Mohon tunggu...
Gregorius Aditya
Gregorius Aditya Mohon Tunggu... Konsultan - Brand Agency Owner

Seorang pebisnis di bidang konsultan bisnis dan pemilik studio Branding bernama Vajramaya Studio di Surabaya serta Mahasiswa S2 jurusan Technomarketing Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Saat ini aktif mengembangkan beberapa IP untuk bidang animasi dan fashion. Penghobi traveling dan fotografi Landscape

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Artikel Utama

Beda Perspektif Proyek Desain Promosi antara Pebisnis dan Desainer Grafis

22 April 2024   06:00 Diperbarui: 24 April 2024   15:15 454
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kegiatan desainer. Sumber: ign.com

Ilustrasi kegiatan desainer grafis. Sumber: kintechinc.com
Ilustrasi kegiatan desainer grafis. Sumber: kintechinc.com

3. Kesediaan untuk Berkompromi di mana beberapa aspek desain pada akhirnya diatur tentang bagaimana enaknya untuk mencapai hasil yang disepakati bersama. 

Ini pada akhirnya membuat baik jobdesk maupun penanggulangan masalah kebutuhan desain promosi menjadi lebih jelas. Dalam hal ini, akan lebih baik terdapat kesepakatan tertulis mengenai pedoman desain ketimbang desainer harus menebak-nebak selera maupun perspektif dari pemilik bisnis.

Hal-hal di atas pada dasarnya akan selalu perlu dilakukan dalam manajemen pemasaran sebuah perusahaan. Memang citra perusahaan merupakan prioritas utama agar terlihat baik di mata konsumen, tetapi dalam pelaksanaan menuju ke sana, ide-ide kreatif dan efektif merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan pula. 

Seorang pemilik usaha dalam hal ini perlu lebih bijak untuk memanajemen dirinya dan anggotanya dalam ranah diskusi untuk mengerti maksud pasar. 

Di sisi lain, seorang desainer perlu pula untuk memahami perspektif pasar sebelum ia mengeluarkan karya-karya kreatif. Tanpa adanya jembatan yang terbangun dari kedua sisi ini, akan selalu ada pertentangan perspektif yang dapat beresiko pada sumber daya perusahaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun