Ayah Mawar meninggal dunia empat tahun lalu. Mawar anak sulung dari tiga bersaudara. Sebagai sulung, Mawar merasa punya tanggung jawab meringankan beban ibunya, yang dalam keterbatasan ekonomi harus menafkahi tiga anak.
Namun, Mawar bertemu dengan orang salah, yang justru memanfaatkannya sebagai pelampiasan nafsu birahi.
Kisahnya, Mawar yang saat ini duduk di bangku kelas I SMA, dulu, sewaktu masih kelas III SMP, sejak Maret 2021, biasa membantu di rumah IS, mencuci piring, masak, menyapu dan menjaga Ibu IS yang sudah renta.
Dengan begitu, Mawar bisa memperoleh sedikit bantuan dari IS untuk menopang kebutuhannya  dan keluarga.
Namun, ia tak menyangka, IS diam - diam memeram niat busuk. IS kemudian beberapa kali secara paksa dengan ancaman, bujuk rayu, menyetubuhi Mawar.
Paman mengatakan, selama ini Mawar tak berani terbuka pada Ibu dan keluarganya, karena IS terus mengancam dan membuntuti Mawar. IS dengan mudah mengawasi dan membuntuti Mawar, karena mereka tetangga, rumah cukup dekat.
Sebenarnya pekan lalu (sekitar tanggal 16 Oktober 2021). Warga setempat sudah heboh, dengan informasi perbuatan mesum IS kepada Mawar.
Keluarga sampai mengadu ke Polres Ende. Namun poin yang diadukan lebih ke soal pencemaran nama baik, lalu berujung damai.
Sejak saat itu, Mawar tidak pernah ke rumah IS lagi. Ibu dan keluarga juga mulai lebih was - was.
Namun, IS terus membuntuti Mawar. Hanya berselang seminggu, tepatnya, 23 Oktober 2021, IS kembali beraksi. Ia menjemput Mawar di sekolah.
Selanjutnya, IS membawa Mawar ke sebuah Hotel. Dia mengelabui petugas hotel, dengan mengatakan bahwa mawar merupakan putrinya. Di  Hotel, IS kembali mengagahi Mawar.