Rasaku. Meluap bersama larutan hangat. Pahit lalu bercinta. Menyisakan hampa dalam serpihan. Aku yang dimabuk amarah. Menistakan rasa yang ditawarkan. Di dalam segelas sajian.
Untukmu yang mendekap. Di dalam rayuan senja. Kembalilah. Sosokmu kurindukan. Aku medambakan di awal. Sebelum petang berakhir. Di dalam gelap sekawanan awan.
Manis. Dekap aku semalam. Di secangkir itu. Bersama kita meracik rasa. Aku enggan menyisakan masa dengan sia-sia. Aku ingin mengenalmu. Lewat serpihan. Lewat setiap letupan yang menjadi candu di secangkir itu. Oleh karena pesona yang kau umbar disetiap lawatanmu.
Ingatlah aku. Yang mencintaimu sehabis fajar dan selepas petang. Mereka yang menuntunku di awal. Tawarkan rasa yang sejati dan kekal. Tentang bagaimana cara mencintai dengan tulus dan masuk akal.
Palembang, 29/4/19
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI