Ada benarnya juga.
Namun karena kesibukan, pemikiran itu tiba-tiba menghilang entah kemana dan baru muncul lagi saat melihat umbul-umbul ini tadi pagi.
Teringat percakapan berikutnya dengan pengemudi taksi online yang berbeda, yang jauh lebih muda, yang pada siang hari menjelang sore yang mengantar saya dan tim kerja kembali ke Stasiun Tanah Abang.Â
Mengeluh sepanjang jalan, bilang taksi online sekarang 'anyep' dan sebagainya, dan saya tidak bisa menahan diri untuk menceritakan percakapan saya dengan Bapak pensiunan tadi pagi dan menambahkan sedikit  petuah...ha haha... Bahwa kita hari-hari ini perlu bersyukur, atas semua kebaikan dan kemurahan Tuhan.
Saya bersyukur memilih berbagi cerita tadi pagi, karena akhirnya cerita itu menjadi motivasi untuknya.
Kembali ke Acara 17 Agustus an...
Saya cenderung menyukai acara model jadul yang biasa... seperti yang ada di kompleks adik saya dan di acara Sekolah Minggu kami, yang biasaaaa itu lhooo.
Bawah kelereng ama sendok, pindahin bola, makan krupuk. Dengan hadiah sederhana yang seru-seruan atau tanpa hadiah tapi tetap asik.
Dengan pemasangan umbul-umbul yang dilakukan bukan dengan vendor, tapi secara gotong royong oleh warga. Semangat  gotong royongnya itu lhoooo....buat saya tuh yang bikin asikkk... Apalagi di jaman seperti sekarang, kita perlu saling dukung, supaya Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat!
Dirgahayu Indonesia!