Sandiwara radio Asmara di Tengah Bencana (ADB) produksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat sambutan luar biasa, utamanya dari segenap pengelola dan pendengar stasiun radio di lokasi-lokasi rawan bencana. Hal ini bisa dipahami karena ADB memang sengaja dikemas untuk menjadi salah satu upaya BNPB dalam melakukan sosialisasi pendidikan kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiap-siagaan masyarakat terhadap bencana.
- - [Tonton VLOG, dan baca juga Tulisan Sebelumnya] - -
Sandiwara radio ADB diputarkan sejak Kamis, 18 Agustus 2016 kemarin dan akan selesai pada 50 hari mendatang. Ya benar, ADB diproduksi ‘hanya’ 50 episode yang masing-masing berdurasi 30 menit. Ada 20 stasiun radio yang mengudarakannya, dan berlokasi di Pulau Jawa, tepatnya di lokasi-lokasi rawan bencana. Tak hanya sandiwara radio saja yang diputar secara serentak pada jam 19.00 – 19.30 wib, tetapi ada juga sisipan Iklan Layanan Masyarakat atau Public Service Announcement (PSA) dari BNPB, dan diakhiri pula dengan kuis yang semakin menabalkan respon masyarakat melalui pesan layanan singkat (SMS) ke penyiar yang bertugas di studio.
Ke-20 radio itu tersebar mulai dari Jawa Timur dengan empat radio (GE FM - Madiun, Senaputra FM - Malang, Gema Surya FM - Ponorogo, dan Soka FM - Jember), Jawa Tengah (SPS FM - Salatiga, Studio 99 FM - Purbalingga, CJDW FM - Boyolali, Radio H FM - Karanganyar, dan Merapi Indah FM - Magelang), Yogyakarta (EMC FM - Yogyakarta, dan Persatuan FM - Bantul), Jawa Barat dan Banten (Gamma FM - Majalengka, Fortuna FM - Sukabumi, Aditya FM - Subang, Thomson FM - Bandung, Elpass FM - Bogor, HOT FM - Serang, dan GeNJ FM - Rangkasbitung). Menariknya, tidak semua stasiun yang memutarkan ADB adalah radio siaran swasta nasional, tetapi ada juga dua radio komunitas, yaitu di Klaten (Radio Komunitas Lintas Merapi FM), dan Kediri (Radio Komunitas Kelud FM).
Ada tiga alasan mengapa sandiwara radio ADB --- yang naskahnya ditulis oleh S Tidjab --- memperoleh sambutan hangat. Pertama, hampir semua stasiun radio di lokasi rawan bencana sebenarnya sudah memiliki program siaran yang menginformasikan perkembangan aktual tentang segala hal terkait kewaspadaan bencana dan upaya mitigasi bencana.
Sebut saja misalnya, Radio Merapi Indah FM 104.9 MHz di Magelang yang memiliki acara Sekilas Merapi yang berisikan aneka informasi terkini seputar Magelang yang didalamnya termasuk info aktual Gunung Merapi serta hal-hal yang berkaitan dengan waspada kebencanaan. Sekilas Merapi diudarakan pada jam 06.10 – 06.20 wib dan 19.00 – 19.10 wib. Selain itu, ada juga siaran berita bertajuk Suara Jateng pada 13.00 – 13.10 wib.
Sedangkan Radio GE FM 93.8 MHz di Madiun, juga punya acara Lintas Berita yakni pada jam 08.00 – 09.00 wib. Begitu pula dengan Radio Soka FM 102.1 MHz di Jember yang senantiasa mengudarakan berita dan informasi aktual melalui Jurnal Soka pada 15.30 – 16.00 wib.
Radio Persatuan FM 107.2 MHz di Bantul menyajikan acara Info yang bermaterikan berita aktual seputar Bantul dan sekitarnya pada jam 07.00 wib dan 17.00 wib. Adapun Radio Thomson FM 99.6 MHz di Bandung juga giat menyiarkan berita --- secara serempak bersama 16 radio jaringannya --- melalui acara Seputar Jawa Barat pada setiap jam 09.00, 11.00, 13.00 dan 16.00 wib.