Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Au Pair di Jerman Bukan Pembantu

20 November 2019   18:06 Diperbarui: 21 November 2019   02:19 401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Panduan bagi calon Au-Pair dll (dok.Elexmedia)

Namanya orang, setiap Au-pair memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tetapi rupanya dengan si Oanh ini, saya merasakan ada sesuatu yang lain. 

Kedekatannya dengan anak-anak, hubungannya dengan orang tua asuh, kontaknya dengan saya dan keluarga, cara dia menyelesaikan pekerjaannya, isi biacaranya, semua terlihat sangat baik dan dikerjakan dengan hati. 

Ia memposisikan dirinya bukan sebagai pembantu, bukan sebagai orang asing dan bukan sebagai outsider. Artinya, ia menyatu dengan keluarga yang ditumpanginya dan tentu orang-orang terdekat dari keluarga itu. Integrasi yang saya yakin patut dicontoh.

Rupanya saya nggak hanya berbaik sangka karena hal itu diperkuat dengan tanggapan orang tua asuh "Si Oanh baik banget, nggak disuruh sudah mengerjakan apa yang sebenarnya bukan pekerjaannya. 

Anak-anak deket sama dia, sayang banget. Sudah gitu, nggak itung-itungan. Pokoknya paling bagus, deh. Bahasa Jermannyapun paling lancar karena datang-datang, dia sudah C1. 

Nggak rugi kalau aku kasih uang saku lebih ke dia dan hadiah-hadiah lainnya." Katanya, Oanh is the best, terbaik dari yang terbaik. Oanh memang pantas mendapatkan hadiah berlebihan dari keluarga barunya. 

Uang saku yang biasa diterima mayoritas Au Pair hanya 260 euro/bulan, ia mendapatkan dua kali lipat. 

Hadiah berlibur beberapa kali ke luar negeri bersama keluarga asuh, kalung emas, baju-baju pesta, ratusan euro dan entah apa lagi yang ia dapatkan sebelum ia meninggalkan Jerman. Saya jabanin kalau dia nikah dapat lebih dari 1000 euro, deh, seperti Au Pair-Au Pair sebelumnya di keluarga itu.

Apakah karena uang ekstra ia mau bekerja keras selama menjadi Au-pair tanpa disuruh-suruh? Sepertinya tidak, selama berteman dengannya, saya tahu, itu karakter baik dari Oanh. Pembawaan dari orok yang merupakan didikan dari keluarganya. Istilah orang Jerman "jangan sampai tanganmu kiri semua." 

Idealnya, manusia memiliki tangan kanan dan kiri, di mana akan bisa digunakan bersama-sama untuk mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar. Coba periksa, hayoooo .... tangan kita kiri semua, kanan semua atau kanan dan kiri?

Oanh punya sepasang tangan, kanan dan kiri. Tidak heran jika orang tua asuhnya pergi ke luar kota, ia belum sempat menyetrika baju yang sudah keluar dari mesin pengering baju. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun