**Fr. Yudel Neno, S.Fil.**
*Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang
Gereja Katolik dalam perjalanan sejarah memberi penghormatan yang khusus kepada Bunda Maria. Dalam rangka penghormatan yang khusus inilah bulan Mei dan bulan Oktober ditetapkan. Bulan Mei ditetapkan sebagai bulan Maria oleh Paus Paulus VI melalui ensikliknya yang berjudul the Month of Mary. Bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Rosario oleh Paus Leo XIII pada 1 September 1883 melalui ensikliknya yang berjudul Octobre Mense.
Bulan Mei sebagai bulan Maria diawali dengan tanggal  Satu Mei. Merenungkan jasa Bunda Maria dalam sejarah keselamatan umat manusia, saya ingin mengajak anda untuk merefleksikan pula momen Satu Mei ini sebagai Hari Buruh (May Day). Lantas kita bertanya apa hubungannya dengan bulan Maria?
Yang pertama, pilihan Allah jatuh pada Bunda Maria sebagai gadis desa waktu itu adalah suatu kenyataan bahwa manusia berharga di mata Allah, sebagaimana manusia amat baik adanya seusai ia diciptakan. Lebih dari itu, Allah adalah sosok yang berpihak pada kesederhanaan. KemegahanNya sebagai Allah justru terealisasi melalui kesederhaan manusia.
Dengan demikian, memperjuangkan nasib orang miskin, orang yang terpinggirkan, orang yang serba kekurangan dan orang yang tertindas merupakan suatu usaha partisipasi kita dalam cara Allah untuk menyelamatkan mereka yang lemah  sebagaimana Allah menyelamatkan kita melalui PuteraNya yang terkabulkan karena sikap pasrah total Bunda Maria menerima tawaran Allah.
Yang kedua, sikap pasrah total Bunda Maria ketika mendengarkan tawaran Allah melalui Malaikat  Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus merupakan ekspresi iman serentak ekspresi kemanusiaan yang menunjuk jelas pada karya Agung Allah yang Mahabesar terhadap umat manusia justru karena Ia telah menciptakannya.
Di sini, sebagai umat kristiani, dalam Bulan Maria ini, kita memasrahkan segala rencana dan perjuangan kita pada Allah agar dimurnikan dari segala tendensi penindasan, korupsi dan kekerasan. Atas cara ini, martabat kita makin agung dan Allah makin dimulikan karena apa yang diperjuangkan sesuai dengan kehendakNya.
Sangatlah menarik untuk merenungkan ungkapan iman Bunda Maria yakni terjadilah padaku menurut perkataanMu. Ungkapan ini merupakan suatu penegasan yang menunjuk jelas pada besarnya kuasa Allah dan betapa kecilnya manusia di hadapan kebesaran Allah. Sekiranya kita paham bahwa martabat kita adalah pengakuan akan kekecilan kita di hadapan Allah.
Sebenarnya tak ada satu pun manusia yang dapat memegahkan diri di hadapan Allah selain kenyataan bahwa kemegahan itu merupakan suatu ekspresi bahwa kita dikasihi Allah.
Yang ketiga, pilihan Allah pada Bunda Maria merupakan jalan bagi umat manusia untuk berpihak pada nasib orang banyak khususnya kaum miskin dan kaum tertindas.