Mohon tunggu...
Frans Leonardi
Frans Leonardi Mohon Tunggu... Akuntan - Freelace Writer

Sebagai seorang introvert, Saya menemukan kekuatan dan kreativitas dalam ketenangan. Menyukai waktu sendirian untuk merenung dan mengeksplorasi ide-ide baru, ia merasa nyaman di balik layar ketimbang di sorotan publik. seorang amatir penulis yang mau menyampaikan pesannya dengan cara yang tenang namun , menjembatani jarak antara pikiran dan perasaan. Salam dari saya Frans Leonardi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengapa Kita Sulit Mengatur Waktu Tidur?

8 Januari 2025   21:32 Diperbarui: 8 Januari 2025   21:32 29
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Insomnia.Freepik.com/tirachardz 

Tidur adalah aktivitas biologis yang vital bagi manusia. Sebagai kebutuhan dasar, tidur tidak hanya berfungsi untuk memulihkan tenaga, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan tubuh dan otak. Namun, tidak dapat disangkal bahwa di era modern ini, banyak orang mengalami kesulitan untuk mengatur waktu tidur. Fenomena ini tampaknya semakin meluas, mengindikasikan adanya pola hidup dan lingkungan yang memengaruhi jam biologis tubuh.

Meskipun kamu mungkin tahu bahwa tidur cukup sangat penting untuk kesehatan, kenyataannya, mengatur waktu tidur sering kali menjadi tantangan besar. Banyak faktor yang saling berkaitan menyebabkan kesulitan ini, mulai dari gaya hidup hingga teknologi, dari kebiasaan buruk hingga kurangnya kesadaran akan pentingnya tidur. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang mengapa kita sulit mengatur waktu tidur, bagaimana fenomena ini berkembang, serta apa dampaknya bagi kehidupan kita.

Gaya Hidup yang Mendikte Pola Tidur

Salah satu penyebab utama sulitnya mengatur waktu tidur adalah gaya hidup modern yang penuh tekanan. Dalam dunia yang serba cepat ini, banyak orang merasa dituntut untuk terus bergerak dan produktif sepanjang hari. Waktu 24 jam seolah tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas, baik itu pekerjaan, studi, atau aktivitas sosial. Akibatnya, tidur sering kali menjadi prioritas terakhir yang mudah dikorbankan.

Namun, pengorbanan waktu tidur demi menyelesaikan tugas sebenarnya kontraproduktif. Kurang tidur dapat menurunkan kemampuan konsentrasi, memperlambat respon, dan mengurangi produktivitas secara keseluruhan. Sebuah studi dari National Sleep Foundation menemukan bahwa individu yang tidur kurang dari 6 jam per malam cenderung mengalami penurunan kemampuan kognitif hingga 20 persen dibandingkan mereka yang mendapatkan tidur yang cukup.

Selain itu, banyak orang juga memiliki kebiasaan menunda-nunda waktu tidur untuk "me time" setelah seharian bekerja. Fenomena ini dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination, yaitu perilaku sengaja begadang untuk memperoleh waktu bersantai yang dirasa tidak cukup di siang hari. Ironisnya, tindakan ini justru merugikan tubuh, karena waktu tidur yang berkurang akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Teknologi Musuh Jam Biologis Tubuh

Perkembangan teknologi juga memiliki peran besar dalam mengganggu pola tidur kita. Gadget seperti ponsel, laptop, dan televisi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, teknologi mempermudah berbagai aktivitas, tetapi di sisi lain, ia juga menjadi musuh utama bagi kualitas tidur.

Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh untuk tidur. Ketika tubuh terpapar cahaya biru pada malam hari, otak menerima sinyal bahwa ini adalah waktu untuk tetap terjaga, sehingga membuatmu merasa sulit mengantuk. Bahkan, meskipun tubuhmu lelah, otak tetap aktif dan menunda proses tidur.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi sering kali menciptakan kebiasaan buruk seperti scroll media sosial sebelum tidur atau menonton video hingga larut malam. Aktivitas ini membuat otak terus bekerja, meskipun secara fisik kamu sudah berada di tempat tidur. Sebuah penelitian di jurnal Sleep Medicine menunjukkan bahwa penggunaan ponsel selama 30 menit sebelum tidur dapat menurunkan kualitas tidur hingga 50 persen.

Kebiasaan Buruk yang Memperburuk Situasi

Selain teknologi, banyak kebiasaan buruk lainnya yang turut andil dalam membuat waktu tidur sulit diatur. Salah satu yang paling umum adalah konsumsi kafein di sore atau malam hari. Minuman seperti kopi, teh, atau minuman berenergi mengandung stimulan yang dapat membuat tubuh tetap terjaga selama berjam-jam.

Makan malam terlalu larut juga dapat memengaruhi tidurmu. Ketika kamu makan mendekati waktu tidur, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan, yang dapat mengganggu proses relaksasi sebelum tidur. Selain itu, konsumsi makanan berat atau pedas di malam hari sering kali menyebabkan gangguan pencernaan yang membuat tidur tidak nyenyak.

Tak hanya itu, stres juga menjadi salah satu faktor terbesar yang menghambat tidur. Pikiran yang terus-menerus dipenuhi kekhawatiran atau masalah dapat membuat tubuh sulit rileks. Kamu mungkin pernah merasakan situasi di mana meskipun tubuh sudah sangat lelah, pikiran tetap "berlari" memikirkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga masalah keuangan.

Kurangnya Pemahaman tentang Pentingnya Tidur

Meskipun sudah banyak penelitian yang menekankan pentingnya tidur, masih banyak orang yang menganggap tidur sebagai sesuatu yang bisa ditunda atau dikurangi. Banyak yang beranggapan bahwa kurang tidur hanya memberikan efek lelah sesaat yang bisa diatasi dengan kafein atau istirahat singkat.

Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Kurang tidur yang terus-menerus dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, hingga depresi. Sebuah laporan dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 15 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup.

Selain itu, kurang tidur juga berdampak pada sistem imun tubuh. Ketika kamu tidak mendapatkan tidur yang cukup, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi menurun, membuatmu lebih rentan terhadap penyakit.

Masalah Pola Tidur yang Tidak Teratur

Ritme sirkadian, atau yang sering disebut sebagai jam biologis tubuh, adalah mekanisme alami yang mengatur siklus tidur dan bangun kita. Ketika pola tidur tidak teratur, misalnya tidur larut malam di hari kerja dan bangun siang di akhir pekan, ritme sirkadian ini menjadi kacau.

Gangguan pada ritme sirkadian membuat tubuh sulit menyesuaikan kapan waktu untuk tidur dan bangun secara alami. Akibatnya, kamu mungkin merasa mengantuk di siang hari tetapi tetap terjaga di malam hari. Fenomena ini sering dialami oleh orang-orang yang bekerja dengan sistem shift atau mereka yang sering bepergian melintasi zona waktu.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Memperbaiki Pola Tidur?

Mengatasi masalah tidur memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Memahami penyebab dan dampaknya adalah langkah pertama untuk memperbaikinya. Mulailah dengan menciptakan rutinitas tidur yang konsisten. Cobalah untuk  mencoba tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan.

Selain itu, hindari penggunaan gadget satu jam sebelum tidur. Cobalah untuk mengalihkan perhatianmu pada aktivitas yang lebih menenangkan dan bermanfaat, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang lembut. Pastikan juga lingkungan tempat tidurmu mendukung, dengan suasana yang gelap, tenang, dan memiliki suhu yang nyaman.

Penting juga untuk mengelola stres dengan baik. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam dapat membantu tubuh dan pikiran lebih rileks sebelum tidur. Jika perlu, catat hal-hal yang mengganggu pikiranmu di buku catatan untuk melepaskan beban mental sebelum tidur.

Kesimpulan

Kesulitan mengatur waktu tidur adalah masalah kompleks yang melibatkan banyak faktor, mulai dari gaya hidup hingga kebiasaan buruk dan gangguan teknologi. Dampaknya tidak hanya terbatas pada rasa lelah, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dengan memahami penyebabnya, kamu dapat mulai mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki pola tidur. Ingatlah, tidur adalah kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan. Investasi pada waktu tidur bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga demi kebahagiaan dan produktivitas dalam jangka panjang.

Mulailah mengubah kebiasaan kecil, dan kamu akan merasakan perubahan besar pada kualitas hidupmu. Tidur yang cukup bukanlah kemewahan, melainkan hak tubuh yang perlu kamu penuhi.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun