Bagi Marx masyarakat itu merupakan suatu kerangka struktur, yang dimana terdiri dari : suprastruktur (sosial, politik, budaya, filsafat, agama, kesenian, dan Pendidikan) dan infrastruktur/basis struktur (ekonomi). Marx juga berpendapat bahwa manusia tidak dapat menciptakan sejarahnya sendiri dan tidak bisa menentukan situasi yang mereka inginkan. Â
Sejarah/realitas tidak bisa dipisahkan dengan manusia, keduanya memiliki keterkaitan, yaitu sejarah menentukan kehidupan manusia, dan manusia akan mempengaruhi, merubah, dan dapat menciptakan sejarah/realitas.
Marx membagi masyarakat menjadi 2, yaitu kaum borjuis (kelas yang memiliki penghasilan tinggi) dan kaum proletar (kelas yang memiliki penghasilan rendah). Adanya dua kelas yang berbeda ini, dapat memunculkan alienasi bagi para kaum proletar. Hal ini terjadi karena kaum proletar/buruh dipaksa untuk terus bekerja bagi para kaum borjuis.Â
Alienasi ini dibagi menjadi 4 jenis yaitu dari hasil produksi, alienasi dari proses produksi, alienasi dari kemanusiaan dan alienasi dari manusia lainnya. Karl Marx berpendapat bahwa sosialisme dapat digunakan sebagai jalan keluar yang baik karena hak milik pribadi atau properti dapat dikontrol secara bersama.
Â
David Emile Durkheim
David Emile Durkheim adalah tokoh sosiolog terkenal dalam cabang ilmu sosiologi. Beliau lahir pada 15 April 1858 dan wafat pada 15 November 1917. Terdapat 4 karya besar Durkheim, yaitu : The Division of Labour in Society (1893), The Rules of Sociological Method (1895), Suicide (1897), dan The Elementary Forms of Religious Life (1912).
Menurut Durkheim fakta sosial dapat dilihat melalui 2 indikator, yaitu struktur sosial dan institusi sosial. Fakta sosial dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Â Â Â Fakta sosial material (dapat diobservasi)
2. Â Â Â Fakta sosial nonmaterial (hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia