Mohon tunggu...
Fiqih P
Fiqih P Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Semarakkan literasi negeri

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Api yang Menyendu

15 November 2017   02:22 Diperbarui: 15 November 2017   03:34 704
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Kiniii....."

"Cukup Der... Cukup Sudah," Dila berteriak menghentikan repetan Deri. Dila dengan lemasnya memeluk Deri sekencang-kencangnya sambil mengulang-ulang kata maaf. Membuat Deri terpaku tak berdaya dengan tangisan mantan kekasihnya itu.

"Aku juga mencintaimu Der, yakinlah aku selalu mencintaimu," ucap Dila.

"Empat bulan Der, aku tersiksa berpisah darimu. Aku seperti sampah Der, aku hanyalah gadis dengan sedikit harapan yang akan lebih menyiksamu hidup dan perasaanmu nanti Der."

"Aku tak pernah berbohong tentang Satria, dia memang sepupuku. Aku datang padanya untuk merubahnya."

"Tapi aku gagal. Dia tak pernah menyentuhku sama sekali. Aku ingin merubahnya menjadi pria normal. Apa yang kukatakan kami dari kecil telah bersama itu benar Der."

"Aku sayang pada Satria, maka aku ingin ia menjadi lelaki normal. Agar kau tahu Der, Satria itu menyukaimu," ucap DIla menjelaskan.

"Maksudmu, Satria?"

"Ya dia seorang homoseks," jelas Dila.

"Lalu, hanya agar dia normal kau mengorbankan perjalanan cinta kita DIl?"

"Tidak, tidak sama sekali Der. Aku ingin menjauh darimu karena ini," kata Dila sambil memberikan sebuah surat kepada Deri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun