228. Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru´. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Rosulullah Saw. bersabda : " Haq bagi istri dari suaminya yaitu memberikan makan pada istrinya, memberikan pakaian dan tidak memukul wajah istri ketika nusyuz, tidak mengatai dengan kata-kata kotor dan tidak menjauhinya ketika nusyuz, kecuali tempat tidurnya. Adapun tidak komunikasi dengan ucapan hukumnya haram kecuali ada udzur."
(HR. At-tabrani dan hakim dari Muawiyah bin Haidah). Keterangan dari Syarah kitab Uqudulujain karangan Syeikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi al-Bantani, al-Jawi.
Serta hadist-hadist Nabi yang lainnya, yang berkaitan dengan kedudukan wanita sebagai seorang istri.
3. Islam memuliakan wanita sebagai seorang anak.
Kedudukan Wanita sebagai seorang anak juga mempunya eksistensi yang tinggi. Apalagi jika menjadi anak yang Sholehah tentunya banyak sekali kebaikan yang akan diperoleh oleh orang tuanya.
Diantara keutamaan memiliki anak perempuan adalah sebagai berikut.
1. Menjadi penghalang api neraka.
“مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَناَتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إلَيْهِن كُنَّ لَهُ سِتْراً مِنَ النّاَرِ”
“Barangsiapa yang diuji dengan mendapatkan anak perempuan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Dekat dengan Rosulullah Saw.