MEMBANGUN ADVOKASI DIRI DALAM MENGATASI BULLYING DIKALANGAN PELAJARÂ
Â
Muhammad Fijri Nurfadilah
Representasi diri adalah kemampuan untuk mengadvokasi, membela hak-hak pribadi atau hak orang lain secara efektif dan tegas. Ini adalah proses aktif yang melibatkan komunikasi secara terbuka dan jujur untuk mencapai tujuan tertentu atau melindungi diri dari perlakuan tidak adil atau merugikan. Advokasi diri dapat berarti berbicara atau mendukung orang lain yang membutuhkan.
Penindasan atau prilaku bullying adalah tindakan agresif dan merendahkan yang biasanya dilakukan oleh satu individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain di lingkungan dan sekolah. Ini adalah masalah serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan psikologis korbannya.
Penanganan pelecehan dapat berupa penindasan verbal, hal ini melibatkan penggunaan kata-kata kasar, sarkasme, hinaan, atau sindiran yang menyinggung. Contohnya termasuk menghina penampilan, ras, agama, atau orientasi seksual seseorang. Selanjutnya Ancaman fisik, hal ini mencakup tindakan fisik yang berbahaya seperti meninju, menendang, mendorong atau merampas barang-barang pribadi.Â
Tindakan fisik semacam ini dapat menyebabkan cedera dan trauma. Penindasan sosial sering kali berbentuk pengucilan, mengucilkan seseorang dari kelompok, menyebarkan rumor atau gosip, atau mengabaikan seseorang sama sekali. Hal ini dapat menimbulkan dampak emosional yang signifikan pada korbannya.Â
Perundungan siber, Cyber bullying adalah penggunaan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan pesan yang merendahkan, mengancam, atau mengejek seseorang. Hal ini dapat mencakup pelecehan online, berbagi foto atau video yang memalukan, atau pencemaran nama baik secara online.
Bullying dapat menimbulkan akibat yang serius, termasuk merugikan kesehatan mental korban, menurunkan motivasi belajar, merugikan keberhasilan akademis, dan bahkan menyebabkan mereka terisolasi secara finansial. Oleh karena itu, penting bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengatasi perundungan.
Dengan sikap Anti-intimidasi atau bullying di kalangan pelajar merupakan tantangan penting yang harus diatasi oleh sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat.Â
Hal ini perlu ditunjang dengan menumbuhkan kesadaran tentang bullying dan dampaknya diantara pelajar, orang tua dan guru dan staff sekolah. Pendidikan anti bullying dapat mengurangi prilaku bullying tersebut.