Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Administrasi - Berharap memberi manfaat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penikmat Aksara, Musik dan Tontonan. Politik, Ekonomi dan Budaya Emailnya Ferywidiamoko24@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Apa Kabar Redenominasi Rupiah?

29 Juli 2019   14:26 Diperbarui: 29 Juli 2019   14:45 662
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah pun masih menjadi concern utama, masih ada resiko jatuh ke angka Rp.14.400 per 1 US dolar. BI sendiri menurut Gubernurnya , Perry Warjiyo memperkirakan rupiah akan ada dikisaran Rp 13.900-Rp. 14.300 per dolar Amerika Serikat. Artinya kondisi rupiah masih belum stabil untuk melakukan redenominasi yang mensyaratkan hal tersebut. 

Selain syarat-syarat tersebut ada hal yang tidak kalah penting yaitu terkait sosialisasi kebijakan Redenominasi ke masyarakat. Dibutuhkan waktu yang cukup lama agar masyarakat bisa memahami kebijakan ini. Setidaknya tiga atau empat tahun sebelum memulai eksekusi kebijakan Redenominasi ini.  Tantangan terbesar adalah masyarakat kita literasi finansialnya masih rendah, belum lagi masalah geografisnya yang berpulau-pulau membuat sosialisasi menjadi lebih sulit. 

Jikapun kebijakan Redenominasi ini mau diimplementasikan dan berharap bisa terwujud dengan sukses dan perlu effort yang lebih. BI sebagai lembaga yang berwenang dalam kebijakan ini  harus segera membentuk tim kajian untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam mengenai efek redenominasi. Setelah menemukan dampaknya, BI harus benar-benar memikirkan dan memitigasi efek ke depan redenominasi bagi perekonomian nasional, khususnya sabilitas perekonomian Indonesia. Jangan sampai BI gegabah dalam membuat keputusan sehingga berpotensi membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil dengan efek guncangan harga. 

Menurut Ekonom Institute of Development for Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudisita Adinegara edukasi dan sosialisasi kebijakan Redenominasi ini harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan dan memerlukan waktu yang sangat panjang. "Turki, misalnya, memerlukan waktu selama 10 tahun untuk persiapan dan sosialisasi redenominasi atas mata uang lira. Pada 2005, Turki memangkas 6 angka nol dalam mata uangnya." ungkapnya.

Jadi kesimpulannya kebijakan  BI tentang Redenominasi  masih belum akan bisa terlaksana dalam waktu dekat ""Kesimpulannya, RUU Redenominasi kecil kemungkinan disahkan hingga 2024 mendatang," kata Bhima.

Sumber.

https://tirto.id/pupusnya-rencana-redenominasi-rupiah-pada-tahun-2020-edzG

https://www.theindonesianinstitute.com/mencermati-wacana-redenominasi-rupiah/

http://documents.worldbank.org/curated/en/396761562856060215/pdf/Indonesia-Economic-Quarterly-Oceans-of-Opportunity.pdf

https://psekp.ugm.ac.id/2017/08/14/kapan-redenominasi-rupiah-sebaiknya-dimulai/

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun