Mohon tunggu...
Fauziyahnida Afifah
Fauziyahnida Afifah Mohon Tunggu... Notaris - mahasiswa

pro player UNO

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Minat Masyarakat dalam Beransuransi (Tugas UAS UIN Radenmas Said)

3 Juni 2023   15:25 Diperbarui: 3 Juni 2023   15:33 108
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

NAMA: FAUZIYAH NIDA AFIFAH

NIM      : 202111075

PRODI : HUKUM EKONOMI SYARIAH

 

TES AKHIR SEMESTER

A.PENDAHULUAN

Dalam pengantar tesis ini, dibahas masalah perusahaan asuransi sebagai organisasi non-bank dengan fungsi yang dapat disamakan dengan bank, yaitu memberikan layanan masyarakat untuk menghadapi risiko di masa depan.Meskipun lembaga keuangan syariah mulai tersebar di seluruh tanah air, namun masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan produk asuransi syariah. Di Indonesia saat ini sudah banyak lembaga non bank, khususnya syariah.Asuransi syariah adalah upaya untuk melindungi dan membantu sejumlah orang atau pihak dengan menginvestasikan aset yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perjanjian) yang sesuai dengan syariah.

Setiap kesempatan yang akan dihadapi harus dikalahkan agar tidak menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar, penting untuk memiliki sebuah perusahaan yang dapat menanggung pertaruhan ini, lebih tepatnya sebuah perusahaan asuransi.Intinya, perusahaan asuransi secara terbuka menawarkan proteksi atau perlindungan kepada individu, kelompok, atau lembaga lainnya. Mereka juga menawarkan harapan untuk masa depan atau kemungkinan kerugian lebih lanjut sebagai akibat dari kejadian yang tidak pasti atau belum pasti.Masyarakat yang memilih asuransi syariah merupakan variabel dependen penelitian, dan variabel independennya adalah kebutuhan asuransi, faktor kepercayaan asuransi, faktor syariah, faktor ekonomi, dan faktor produk.

Menurut Dewan Syariah Nasional No. 21/DSNMUI/X/2001, asuransi syariah adalah upaya melindungi dan membantu sekelompok orang melalui investasi berupa harta atau tabarru, yang memberikan pola pengambilan risiko atau bahaya tertentu melalui kontrak yang sesuai dengan syariah.Asuransi syariah di Indonesia telah ditetapkan dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, asuransia adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ketiga yang mungkin aka diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembiayaan yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan.

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, Bab 9, Pasal 246: "Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu." Asuransi syariah kini mulai berkembang, sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1994, asuransi syariah berkembang pesat pada tahun 2008 yang  ditandai dengan banyaknya pemilik modal yang berani berinvestasi.

  1. ALASAN MEMILIH JUDUL SKRIPSI YANG ANDA PILIH

Ada beberapa alasan yang dapat menjadi pertimbangan untuk memilih judul skripsi tentang "Minat Masyarakat Berasuransi Syariah". Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin:

  • Relevansi dengan tren saat ini: Semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengamankan masa depan finansial mereka melalui asuransi syariah. Dalam beberapa tahun terakhir, asuransi syariah telah menjadi semakin populer, sehingga memilih topik ini akan memberikan kontribusi yang relevan terhadap perkembangan terbaru di bidang keuangan Islam.
  • Potensi penelitian yang luas: Minat masyarakat terhadap asuransi syariah masih terus berkembang, dan ada banyak aspek yang bisa diteliti dalam konteks ini. Anda dapat memilih untuk fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam memilih asuransi syariah, seperti kepercayaan, pemahaman, atau faktor ekonomi. Selain itu, Anda juga dapat melihat dampak minat masyarakat terhadap pertumbuhan industri asuransi syariah.
  • Kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan: Dalam konteks akademik, penelitian tentang minat masyarakat berasuransi syariah dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan pengetahuan di bidang keuangan Islam. Dengan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat, Anda dapat memberikan rekomendasi kebijakan atau strategi pemasaran yang dapat membantu industri asuransi syariah dalam menarik lebih banyak pelanggan.
  • Potensi penerapan dalam dunia nyata: Tema ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat praktis bagi industri asuransi syariah. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat, perusahaan asuransi syariah dapat meningkatkan strategi pemasaran mereka dan merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • Mendukung kepentingan pribadi: Jika Anda memiliki minat pribadi dalam keuangan Islam atau asuransi syariah, memilih judul skripsi ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk mendalami topik yang Anda sukai dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek keuangan yang sesuai dengan keyakinan dan prinsip-prinsip Islam.
  • Namun, penting untuk diingat bahwa pemilihan judul skripsi adalah keputusan pribadi. Pertimbangkan minat, keahlian, dan sumber daya yang tersedia untuk melaksanakan penelitian tersebut dengan baik. Jika Anda merasa tertarik dengan topik ini dan merasa mampu menjalankan penelitian yang relevan, maka memilih "Minat Masyarakat Berasuransi Syariah" sebagai judul skripsi dapat menjadi pilihan yang baik.


  1. PEMBAHASAN HASIL REVIEW

Ada banyak tempat kerja perlindungan di Indonesia, saat ini ada 45 agen asuransi. Jika Anda mengatakan Anda sangat menginginkan perlindungan, kemungkinan semua orang membutuhkannya, tetapi karena kurangnya keuntungan dari orang pada umumnya, premi perlindungan adalah sekitar beberapa persen dari populasi Indonesia, dan itu tidak cukup. petugas perlindungan, begitu banyak orang hanya perlu menjadi klien ketika mereka ditawarkan, atau ketika mereka menemukan informasi, terutama manfaat. tentang Perlindungan.

Jelaslah bahwa perlindungan tidak dapat dipisahkan dari keuntungan dan kerugian, terlepas dari Syariah atau perlindungan tradisional. Namun masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat awam, tidak akan mengerti mana yang termasuk syariah, mana yang biasa. Sejujurnya, persoalannya bukan lagi terletak pada syariah atau tayangannya. Namun, mengenai standar fungsional seperti produk, rencana pemasaran, prosedur periklanan, sistem peningkatan jaringan dan hal-hal penting lainnya yang mendukung keunggulan individu-individunya.

Beberapa efek positif dari peningkatan perlindungan termasuk Keamanan Judi Utama. Perlindungan adalah metode untuk keamanan dan penyelamatan dari berbagai potensi bahaya dalam kehidupan yang tidak diragukan lagi penuh dengan pertaruhan. Beberapa dari risiko ini bahkan mungkin terjadi, karena akan terjadi terlepas dari apakah orang mencoba menghindari atau menundanya dengan cara lain. Kematian, penyakit, kedewasaan, dan pensiun adalah contoh bahaya yang tak terhindarkan. Juga, ada banyak bahaya lain yang mungkin tidak pasti terjadi tetapi dapat terjadi kapan saja pada diri kita atau keluarga kita, seperti kehilangan sumber daya. Penyebabnya bisa berbeda, seperti perampokan, perampokan, kebakaran dan kecelakaan. Episode-episode ini akan mempengaruhi kita atau keluarga kita, mirip atau tidak, siap atau tidak, membutuhkannya atau tidak. Salah satu hasil dari peluang ini adalah munculnya masalah keuangan keluarga.

Kedua, Berharap. Efek positif berikutnya yang jauh lebih signifikan adalah mengharapkan berbagai jenis risiko ini sehingga kita atau keluarga kita umumnya siap secara finansial dengan asumsi bencana terjadi. Perlindungan tidak bisa menyelesaikan masalah kehilangan seseorang yang kita cintai. Semua hal dianggap sama, perlindungan pada dasarnya dapat membantu kita dari perspektif moneter, untuk mengelola dampak bencana.

Keuntungan lain yang membuat nasabah tertarik dengan proteksi syariah adalah karena dalam proteksi syariah tidak ada istilah relinquished reserves seperti proteksi tradisional, nasabah proteksi syariah bisa mendapatkan kembali uangnya meskipun belum jatuh tempo pada Alasan bahwa ide perlindungan syariah adalah wadiah (toko). Diakui bahwa pengawasan subsidi melalui proteksi syariah dapat menjauhi komponen-komponen yang dilarang dalam Islam, khususnya riba, gharar (cadangan yang kacau) dan maysir (taruhan). Asuransi syariah dengan pengaturan awal yang jelas dan lugas serta polis yang konsisten syariah, dimana cadangan pembayaran asuransi yang terkumpul (tabarru') akan diawasi secara ahli oleh lembaga asuransi syariah melalui spekulasi syariah dengan standar syariah.

Variabel-variabel yang mempengaruhi kepentingan masyarakat dalam perlindungan syariah penting untuk diperhatikan kesesuaiannya dan dilanjutkan dengan adanya pendirian. Terlepas dari diperhatikan atau tidaknya suatu landasan dapat dibedakan dengan faktor-faktor yang bersifat mental yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku, pandangan dan selera. Bukan hanya unsur mental, banyak variabel yang mendorong individu untuk memilih perlindungan Islami. Faktor daerah dalam menggunakan administrasi perlindungan adalah upah, barang, wilayah, administrasi, dan promosi. Ini juga mencakup dorongan ketat yang merupakan elemen informasi dan pengalaman beragam yang mendorong seseorang untuk memilih asuransi syariah. Faktor lain yang mendorong seseorang tertarik untuk menjadi klien di Prudential adalah ketenaran. Selain ketenaran, faktor lain yang mendorong seseorang untuk menjadi klien adalah asuransi, yaitu jaminan jika ia tidak dapat lagi menghasilkan uang.

seperti yang diharapkan karena sakit, pensiun, meninggal dan ketidakmampuan yang sangat tahan lama. Faktor terakhir adalah investasi, selain harus mendapatkan cadangan saat habis, klien juga ingin mendapatkan keuntungan yang berbeda, yaitu mendapatkan uang tunai dari setiap bulan yang dibayar tinggi ke bulan.

D.APA RENCANA SRIPSI YANG AKAN DITULIS DAN BESERTA ARGUMENTASINYA 

ANALISIS TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP SISTEM PENGUPAHAN BORONGAN PADA KONVEKSI RUMAHAN

(Studi Kasus Di Selokaton,Kecamatan Gondangrejo,Kabupaten Karanganyar)"

 Saya memilih judul tersebut karena Konveksi rumahan  di Desa Selokaton Kecamatan Gondangrjo Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu usaha yang bergerak di sektor informal yang memiliki permasalahan dalam pelaksanaan pengupahan pekerja.Manusia dalam hidupnya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan hidup sangatlah bervariasi, sedikit atau banyaknya adalah relatif tergantung pada kemampuan atau daya beli seseorang. Daya beli seseorang tentulah sangat dipengaruhi oleh penghasilan yang dia peroleh dalam kurun waktu setelah dia bekerja. yang mana pemilik menetapkan upah untuk 1 bendel tali Rp.1.200 sedangkan upah yang diberikan kepada setiap karyawan berbeda beda sesuai dengan hasil yang ia peroleh saat pengerjaannya.

Penelitian ini menggunakan Metode analisis,yang mana menggunakan metode analisis deskriptif  kualitatif, yaitu setelah semua data terkumpul, maka diklarifikasi dalam pemaparan dan penjelasan.Jika ditinjau dalam fiqih muamalah sistem upah borongan yang diterapkan oleh konveksi rumahan di Desa Selokaton Kecamatan Gondangrjo Kabupaten Karanganyar belum sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam dan hukumnya tidak sah karena salah satu rukun dan syarat ijarah tidak direalisasikan atau tidak terpenuhi yaitu ujrah (upah), dimana ketentuan tentang upah dalam Islam harus di sepakati dan tidak boleh gharar. Karena tidak adanya penjelasan oleh pemborong konveksi baju kepada anggota borongannya dalam penetapan upah. Dan dalam penentuan upah masih jauh dari ketentuan fiqih muamalah yang mengharuskan keadilan dan kelayakan.

Dalam masalah upah pada tenaga kerja ini, Islam tidak membenarkan jika seorang pekerja yang telah membanting tulang dan bercucuran keringat, tidak mendapatkan upah dari jerih payahnya itu atau dikurangi ataupun ditunda pembayarannya.Dengan hal ini agar penelitian ini lebih terarah dan tidak menyimpang dari topik yang dipersoalkan, Berdasarkan beberapa alasan yang telah disebutkan diatas penulis tertarik melakukan penelitian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun