Awalnya, upaya perlindungan WNI melalui teknologi mulai berjalan dari e-perlindungan. Kementerian Luar Negeri melakukan integrasi database WNI di luar negeri dengan database Buruh Migran Indonesia yang dimiliki oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Dengan melakukan integrasi data (e-perlindungan) ini diharapkan permasalahan WNI di luar negeri dapat berkurang dan diselesaikan dengan lebih baik dan lebih cepat.
Penerapan e-perlindungan juga sebenarnya bertujuan untuk membangun sistem perlindungan yang lebih maju dan terkini serta untuk memberikan respon yang cepat dan singkat kepada WNI yang terkena masalah.
Welcoming SMS Blast merupakan salah satu bentuk e-perlindungan tersebut dimana melalui pesan singkat ini dapat memberikan kenyamanan bagi WNI yang bepergian ke luar negeri. Jadi sistemnya adalah Kemenlu memberikan informasi nomor telepon Perwakilan RI di luar negeri dimana WNI berada.
Saya berasumsi bahwa hal ini akan sangat bermanfaat bagi WNI karena komunikasi yang dilakukan bersifat satu arah dimana WNI hanya menerima kontak Perwakilan RI di luar negeri tanpa harus membalas pesannya dan uniknya berlaku selama 24 jam.
Aplikasi Safe Travel
Aplikasi Safe Travel dibuat dan dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai salah satu bentuk perwujudan dari terobosan baru dalam memberikan pelayanan dan perlindungan WNI yang berbasis teknologi dan aplikasi bergerak (mobile application).
Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 dalam beta version yang menyediakan informasi mengenai keberadaan WNI di luar negeri, baik lokasi maupun identitasnya secara lebih aktual dan dapat memberikan bantuan dengan lebih cepat. Versi penuh dari aplikasi safe travel kemudian diluncurkan pada tahun 2018, sebagai aplikasi yang bisa menemani perjalanan WNI ke luar negeri agar lebih aman dan terkendali.
Di dalam aplikasi ini juga terdapat berbagai macam informasi bagi WNI yang akan bepergian ke luar negeri mulai dari kondisi negaranya, visa, tempat ibadah, budaya, makanan, dan masih banyak lagi hingga ke hal yang kecil seperti colokan listrik.
Saya melihat bahwa aplikasi ini sangat berguna bagi WNI untuk mengetahui hal-hal dasar mengenai negara yang akan dikunjunginya. Karena tidak menuntut kemungkinan, banyak WNI yang tidak memperhatikan hal-hal kecil di negara yang akan ia kunjungi namun aplikasi ini akan membantu untuk menampilkannya.
"Dinamika dan mobilitas WNI di luar negeri yang semakin meningkat menjadikan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan dan perlindungan WNI sebagai sebuah keniscayaan."
Portal Peduli WNI