Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Best in Fiction Kompasiana Award 2022- Kompasianer Teraktif 2020/2021/2022 - ^Puisi adalah suara sekaligus kaki bagi hati^

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Bahoeng Basilao, Agrowisata di Desa Renah Kayu Embun yang Mengasyikkan

22 Maret 2022   20:22 Diperbarui: 22 Maret 2022   20:47 2450
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat ini lagi tren tempat wisata yang bukan hanya menikmati pemandangan alamnya tetapi juga mengusung konsep agrowisata. Seperti yang pernah saya tulis di artikel terdahulu "Menikmati Secangkir Kopi dari Puncak Depati VII Coffee". 

Di Depati VII Coffee, kita bisa minum kopi sambil menikmati alam nan indah serta kebun kopi. Dengan mengusung edukasi tentang tanaman kopi, pengunjung bisa belajar tentang tanaman kopi. 

Agrowisata merupakan wisata alam yang menggunakan potensi lahan pertanian. Selain rekreasi, kita juga bisa belajar tentang usaha pertanian, contohnya usaha pertanian kopi. 

Lokasi kunjungan saya dan teman-teman kali ini adalah ke Bahoeng Basilao, yang semula merupakan kebun kopi jenis robusta dan lokasi lahannya terletak di pinggir sungai. Bahoeng Basilao kemudian dibuka untuk umum dengan mengusung konsep wisata yakni agrowisata.

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Bahoeng Basilao, bahoeng berasal dari kata bahun/bahung yang dalam  bahasa Kerinci artinya rumah dari bambu atau kayu yang terletak di kebun/sawah, basilao artinya duduk bersila. Bahoeng Basilao memang menyediakan tempat beristirahat, duduk-duduk santai dari bambu dan kayu. 

Lokasi Bahoeng Basilao ini berada di Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, yang berjarak lebih kurang 13 km dari pusat Kota Sungai Penuh, dengan waktu 45 menit kita sampai di lokasi.

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Agrowisata Bahoeng Basilao mempunyai lahan lebih kurang 1 hektar dengan ditanami kopi robusta juga kulit manis. Pemiliknya adalah keluarga Bapak Soni Indra, sahabat kami.

Lahan milik keluarga Bapak Soni ini juga ada di seberang sungai. Desa Renah Kayu Embun memang dikenal sebagai lahan pertanian dengan komoditas kulit manis, kopi serta kentang, cabe, dan tanaman palawija lainnya. 


Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Desa Renah Kayu Embun berudara sejuk dan mempunyai potensi air terjun dan sungai yang sangat jernih. Nah, Bahoeng Basilao memadukan agrowisata berupa kebun kopi dan juga potensi sungai di pinggir lahan untuk tempat mandi atau menikmati suasana sungai yang jernih.

 Jadi di sini disediakan tempat pemandian, pengunjung bisa berenang menikmati air sungai yang masih alami. Untuk anak-anak bisa berenang di tempat yang dangkal dan arus yang tenang serta disediakan ban pelampung.

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Di Bahoeng Basilao, kita bisa duduk santai sambil ngobrol bersama keluarga atau sahabat di bahung yang sudah disediakan. Bisa belajar tentang tanaman kopi yang mengitari bahung tempat kita duduk. 

Setelah menikmati makan siang bisa main dan mandi di sungai. Wah kita bisa betah berlama-lama di sini, karena tempat yang tenang, sejuk, dengan gemercik air sungai.

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Sungai yang jernih ini juga menyimpan ikan-ikan lokal Kerinci seperti ikan semah, nah bagi yang hobi memancing bisa menyalurkan hobi memancingnya di sini. Di pinggir sungai juga bisa dijadikan camping ground, mendirikan tenda untuk menginap sambil bakar ikan tentu menambah keseruan.

Ternyata menikmati agrowisata dengan pemandangan kebun kopi dengan biji kopi yang berwarna merah sangat menarik, apalagi sambil menyeruput secangkir kopi yang kopinya berasal dari kebun. 

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Untuk menikmati agrowisata Bahoeng Basilao ini, pengunjung hanya membayar biaya parkir kenderaan. Pengunjung bisa duduk-duduk santai tanpa dibatasi jam kunjungan. Di sini juga dilarang membuang sampah sembarangan dan disediakan tempat sampah demi keasrian lingkungan.

Foto Fatmi Sunarya
Foto Fatmi Sunarya

Healing, seperti gaung anak kekinian, tidak harus mahal dan tidak harus main yang jauh, main di kebun kopi juga mengasyikkan. Liburan tidak harus pergi ke ujung dunia karena di sekeliling kita pun banyak keindahan yang tersembunyi. Salam bahagia wisata sederhana.

Fatmi Sunarya, 22 Maret 2022

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun