Mohon tunggu...
Fahmi Nouval Dzulfikri
Fahmi Nouval Dzulfikri Mohon Tunggu... Musisi - Musisi

Seorang penikmat dan pencipta musik yang memiliki ketertarikan dibidang kepenulisan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Jangan Terlalu Bangga Kalo Banyak "Bule" Bikin Video tentang Indonesia

26 September 2023   11:39 Diperbarui: 26 September 2023   12:00 303
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.youtube.com/

Tidaklah sulit untuk mencari hiburan diera digital sekarang, banyak platform yang menyajikan hal-hal yang istilah kata “mengisi waktu luang” disaat sedang istiraht bekerja atau “merelaksasikan pikiran” dari kepenatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hiburan yang dunia digital sajikan ini tentunya bermacam-macam, yang mana salah satunya adalah platform video streaming yang kita pasti sudah tahu, yaitu YouTube.

Ada masanya dimana beranda YouTube gue penuh dengan konten-konten reaction, yang mana para konten kreator ini mengunggah sebuah video reaction terhadap video klip dan musik band maupun solo artis. Namun, yang jadi perhatian besar bagi gue disini adalah “Lah, kok muka-mukanya bule semua ini”.

Sempat beranda gue dihiasi berbagai macam video reaction musik, dimana konten kreator yang melakukannya kebanyakan dihiasi sama muka-muka orang luar semua alias bule. Awalnya gue sempet merasa bangga “wih, orang luar sana tau musik kita dan mau reaction juga nih” tapi lama kelamaan kok meresahkan ya.

Meresahkan disini bukan berarti para konten kreator “bule” ini berkata yang tidak baik terhadap negara kita atau menilai jelek bangsa kita, tapi lebih kepada sisi viewer dan juga komentar dari video yang mereka unggah. Dari sisi komentar banyak banget orang Indonesia yang berkomentar sehingga terkesan “meng-elu elukan” konten kreator “bule” ini. Satu sisi dari segi viewer nya, ketika gue intip channel salah satu konten kreator “bule” yang nge-reaction salah satu band di indonesia, “woalaahhh” dalam hati gue.

Ternyata, view video doi yang paling banyak dan paling populer di channel adalah, ketika doi nge-react video band dan juga musisi Indonesia. Salah satunya channel The Life Of Tinos, yang gue liat dari channel ini, doi rajin buat me-react video-video band dari Indonesia.

https://www.youtube.com/@thelifeoftinos/videos
https://www.youtube.com/@thelifeoftinos/videos

Mungkin buat doi, dengan nge-react band Indonesia lebih realistis, karena dari segi viewer aja kalo diliat, perbandingannya bisa dibilang jauh. Liat aja video yang terakhir doi upload hanya berkisar 172 view. Berbanding jauh dengan ketika doi nge-react video clip dan musik band dan musisi Indonesia.

Ditambah dari sisi komentar, sudah jelas banyak orang Indonesia yang sukarela menghiasi komentar di channel doi, dan kalo subscriber, hhmmppp udah pasti sih, dari sekian banyak yang nonton, pasti ada yang subscribe juga ke channel doi karena inget “subscribe itu gratis” hehehehe.

Back to topic, hal ini yang akhirnya membuat gue bertanya-tanya, kenapa orang indonesia sangat antusias dan begitu tertarik terhadap konten yang membahas tentang negara Indonesia yang mana kalo gue lebih spesifik lagi, konten kreator “bule” yang bahas negara Indonesia, dimana salah satunya musik.

Kenapa gue bilang orang kita sangat antusias, secara data view, itu bisa diliat loh. Dari channel The Life Of Tinos aja, doi hanya memliki jumlah subscriber 178.000 yang mana kalo diliat lagi, jumlah penonton ketika doi bikin konten reaction diluar doi nge-react video musik Indonesia, rata-rata ada diangka 100-200rban.

Dan kalo kita liat video yang populer di channel doi, menyentuh angka 753.000 view. Sangat mengesankan bukan ?. Dari sini gue mulai curiga, jangan-jangan orang luar ini atau kita sebut “bule” ini sudah tau, bagaimana caranya membuat sebuah video yang mengundang traffic yang tinggi, dimana jalan pintasnya adalah bikin video tentang Indonesia.

Karena faktanya, narasi yang diberikan “bule” ini, selalu diminati oleh orang Indonesia, alias orang Indonesia gampang dipancing ketika orang dengan bermuka “bule” ini mengomentari hal-hal yang bersangkut paut terhadap Indonesia, salah satunya adalah reaction yang udah gue bahas tadi.

Kemungkinan, bangsa kita masih menyimpan sindrom inferior, dimana menganggap kalo negara barat ini lebih superior dan lebih wah, sehingga kita menganggap bahwa negara Indonesia tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Dengan fakta dilapangan seperti yang gue bahas diatas.

Karena tau hal ini dulu gue sempet ingin bereksperimen nyari temen yang mukanya agak bule dan bisa bahasa inggris, terus rekam deh bikin video reaction yang seakan-akan temen gue sedang nge YouTube diluar negeri padahal mah ada dikosan Indonesia hehehehe. Eksperimen ini semakin kuat ketika gue membaca sebuah penelitian mengenai fenomena ini.

Menurut Wisnu Utomo, seorang peneliti dari RemoTivi memaparkan penelitiannya kepada vice, bahwasannya orang “bule” ini membuat konten seperti itu diYouTube atau dimanapun platformnya mengenai Indonesia, murni hanya karena traffic saja, karena dimata orang”bule” ini, mereka hanya memperluas pasar aja, bukan benar-benar tertarik dengan Indonesia.

Hhmmmppp, sebua ironi yang nyata adanya dan terkesan menyayat hati emang “aseekkk”, ya begitulah mereka orang “bule” ini hanya melihat kita sebagai pasar dan yang mereka lakukan hanyalah demi adsense semata. Jadi, ya kita sebagai orang Indonesia gak perlu terlalu bangga apalagi sampai lebay kepada “bule” yang berbicara tentang Indonesia.

Pada akhirnya, kembali lagi kepada kepekaan kita terhadap hal semacam ini, cukup dengan reaksi seperti biasa aja dan jangan terkesan berlebihan. Bangga memang perlu, tapi lihat dulu lah, mana yang benar-benar tulus dan peduli terhadap bangsa kita, jangan sampai kita masuk keperangkap mereka, sehingga kita hanya jadi sumber cuannya saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun