Zaman Sir Alex Ferguson, Manchester United begitu mendominasi. Sehingga Manchester is red merupakan kalimat yang gak bisa dibantah oleh siapapun.
Namun, hal itu mulai berubah saat Sir Alex memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan. Ditambah lagi, si tetangga berisik mulai unjuk gigi, saat kepemilikannya diambil alih oleh Sheikh Mansour.
Gelontoran dana yang tak terhitung jumlahnya telah dikeluarkan oleh pemilik saat ini. Nama-nama bintang semacam Haaland, De Bruyne, Aguero, David Silva dan lainnya pernah dan masih menghiasi skuad Manchester Biru.
Belum lagi kedatangan sosok Pep Guardiola yang datang dari Bayern Munchen pada tahun 2016. Peraih gelar sixtuples saat melatih Barcelona menjadi bukti kejeniusan seorang Pep.
Sehingga, gaung Manchester is red tak terdengar lagi, dan kini berbanding terbalik 180 derajat jadi Manchester is blue.
Akan tetapi, untuk musim ini atau khusus hingga putaran pertama paruh musim, warna merah atau biru seperti tak pantas disematkan. Manchester is colorless mungkin lebih tepat jika melihat situasi dari kedua klub tersebut.
Manchester tak berwarna. Bagaimana tidak, kedua klub bersejarah ini suka sekali terus-terusan menuai hasil negatif.
Hingga saat ini saja, Manchester city cuma sekali menang dari 13 pertandingan. Hal yang sungguh tak disangka, mengingat performa Man. City beberapa tahun belakangan selalu berada di papan atas. Bahkan mereka meraih 4 gelar epl secara beruntun.
Lalu, bagaimana dengan skuad Manchester United ?
Sebenarnya, sejak pensiunnya Ferguson jadi awal kehancuran United. Beberapa pelatih silih berganti dari Moyes, Mourinho, Ole, Ragnick hingga Eric Ten Hag datang. Namun, tak satupun yang sanggup membawa MU kembali memulangkan tropi EPL.