Mohon tunggu...
Evan Tobias Tanoni
Evan Tobias Tanoni Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Illustrator, Designer, Visual Artist

Hanya seorang siswa penggiat seni yang gemar akan dunia visual tanpa batas.

Selanjutnya

Tutup

Seni Artikel Utama

Eloknya Karya Seni A.I: Bagaimana Nasib Seniman?

12 Februari 2023   16:33 Diperbarui: 15 Februari 2023   11:13 1656
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada awalnya Allen hanyalah coba-coba saja atas dasar “iseng”. Dari situlah ia tidak percaya akan karya yang ia coba buat. Baginya, merupakan hal yang mengejutkan seorang amatiran seperti dirinya mampu melihat karya A.I. semenakjubkan itu. 

Midjourney, sebuah program yang digunakan oleh Allen dalam membuat karya tersebut, memang sangatlah canggih dan efisien. Pada dasarnya memang program A.I. tersebut dapat membuat sebuah karya seni berdasarkan sepenggal kalimat saja.

Pengguna hanya tinggal menuliskan sebuah kalimat yang mendeskripsikan karya yang ingin mereka buat, lalu dalam hitungan menit karya tersebut akan dihasilkan.

Segala komputansi dan algoritma yang diimplementasikan dalam program tersebut mampu mengubah kata-kata menjadi karya visual, dengan menggunakan proses kompleks yang disebut sebagai “difusi”.

Proses difusi inilah yang mengubah kata-kata menjadi gambar yang sungguh realistis dan relevan dengan penggalan kalimat yang dimasukkan.

Dalam mekanismenya, program akan melihat seluruh gambar yang relevan dengan kata kunci pada kalimat yang diberikan, sepenggal demi sepenggal. Lalu, dalam beberapa detik kemudian sebuah karya seni akan muncul, yang merupakan gabungan dari berbagai referensi yang relevan tersebut dari internet.

“Saya sendiri tidak percaya atas apa yang saya lihat,” ucap Allen saat dengan ‘iseng’ mencoba program tersebut untuk pertama kalinya.

Dari situ pun Allen memiliki ide untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi seni, dan sadar bahwa memang peraturan mengenai penggunaan A.I. tidak ada. Dan ternyata, seonggok keisengan tersebut membuahkan hasil yang menggegerkan dunia seni.

Benar, sebuah program baru saja mengalahkan ribuan hingga puluhan ribu seniman profesional dan semi-profesional untuk pertama kalinya di sejarah dunia seni.

Perang Dunia Seni (Akan) Telah Dimulai

Selain menggegerkan dunia, nyatanya fakta tersebut membuat para kritik, penggiat seni, maupun seniman mengerutkan wajahnya. Mereka sadar bahwa sebuah ancaman yang sejak revolusi industri keempat telah diwanti-wanti datang lebih cepat di depan muka mereka.

Seluruhnya sekarang khawatir akan nasib mereka di dunia seni yang akan datang. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah pekerjaan seniman akan digantikan oleh A.I” sudah menjadi hal yang lumrah dalam perbincangan media sosial pada masa kini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun