Mohon tunggu...
Said Mustafa Husin
Said Mustafa Husin Mohon Tunggu... Wiraswasta - Freelance, pemerhati kebijakan dan wacana sosial, penulis profil tokoh dan daerah, environmental activists.

Freelance, pemerhati kebijakan dan wacana sosial, penulis profil tokoh dan daerah, environmental activists.

Selanjutnya

Tutup

Seni Artikel Utama

Willem de Kooning dan Gerakan Ekspresionisme Abstrak Amerika

29 Juli 2024   20:52 Diperbarui: 30 Juli 2024   17:20 174
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sama seperti sebagian besar pelukis aliran ekspresionisme abstrak Amerika lainnya, Willem de Kooning juga bukan asli Amerika. Ia berimigrasi ke Amerika. Di Amerika, de Kooning berkembang pesat setelah melalui berbagai proses rumit dalam perjalanan karirnya

Willem de Kooning lahir di Rotterdam, Belanda 24 April 1904, meninggal 19 Maret 1997 di East Hampton, New York, Amerika Serikat. Sejak usia 12 tahun de Kooning mulai berlatih melukis, bahkan ia ikut kursus malam di kelas melukis di Roterdam.

De Kooning belajar di Rotterdam Academie voor Beldende Kunsten en Wetenschappen Technische (Rotterdam Academy) sampai 1924. Kemudian pada usia 20 tahun, hijrah ke Brussel, Belgia. Dua tahun di Brusel, Willem de Kooning berimigrasi ke Amerika.

Di Amerika de Kooning bergabung dengan Jhon Graham, Stuart Davis dan Arshile Gorky. Karena itu awalnya de Kooning dipengaruhi oleh gaya Surealis Gorky dan Picasso. Surealisme adalah aliran yang berkaitan erat dengan fantasi atau imajinasi

Namun sejak de Kooning dekat dengan Jackson Pollock dan Franz Kline, ia mulai menggandrungi action painters atau gesture abstrak dan tachisme. Ini seperti kaedah lukis Jackson Pollock yakni meneteskan, memercikkan atau juga memoleskan cat secara spontan ke kanvas

Karya yang dihasilkan dalam action painters sering kali menekankan pada tindakan fisik pelukis itu sendiri. Tindakan ini sebagai aspek penting untuk hasil akhir karya. Dalam action painters pelukis mengandalkan gerak tubuh dalam proses penciptaan lukisan

Biasanya karya action painters ini dibubuhi abstrak Tachisme yaitu gerakan menetes-neteskan cat ke atas kanvas sehingga menghasilkan titik-titik yang estetis. Teknik ini sering digunakan tokoh utama ekspresionisme abstrak Amerika, Jackson Polock.

Kendati telah bergabung dalam ekspresionisme abstrak Amerika, Willem de Kooning dalam melukis sedikit berbeda dengan pelukis lainnya. De Kooning selalu mengandalkan sapuan kuas lebar untuk menciptakan ritma abstraks, sehingga menimbulkan kesan ruang tanpa batas.

Ada juga pelukis ekspresionisme abstrak seperti Mark Rothko yang menciptakan warna-warna dalam bentuk bujur pada karyanya. Hampir setiap pelukis ekspresionisme abstrak Amerika memiliki ciri khas dalam melukis dan hasil karya lukisnya

Karena itu, kritikus lukis atau curator Amerika, Harold Rosenberg menyebutkan kanvas bagi pelukis ekspresionisme abstrak bukanlah media untuk merekam fenomena.

Rossenberg menyebutkan kanvas bagi pelukis ekspresionisme abstrak adalah arena yang melahirkan fenomena. Pelukis ekspresionisme abstrak tidak mengenal gerakan halus. Mereka menolak kaedah akademik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun