"Eh udah sampai ya bang, tengkyu ya" sambil menyerahkan beberapa lembar uang ongkos ojeknya. "Saya mau foto selfie bang biar acara ini jadi viral" sambil senyum menyeringai, dalam hati tertawa melihat abangnya bingung. Mungkin yang dipikirkan abang ojeknya, Inilah Cewek Zaman Now yang rela bangun pagi buat foto-foto upload di Instagram atau Facebook sambil bergaya, jiaaaahhh...
"Ya kali bang, bener sih kalau ada lomba Instagramnya pasti saya ikut coz yang ntu gue demen" ini ucapan dalam hati sih....
Rupanya tak sampai disitu, saat saya turun di IRTI dan melihat pintu aksesnya masih ditutup, saya pun jalan cepat sambil membaca WA Grup untuk mengetahui titik kumpul yang rupanya ada di seberang pintu Indosat. Karena jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB, sontak saya pun berlari bersama peserta marathon lainnya menuju pintu akses hingga akhirnya bertemu dengan teman-teman Kompasianer yang lain. Eh beneran deh, ketemu langsung deh selfi-selfi...
Event Mandiri Jakarta Marathon tanggal 29 Oktober 2017 telah memasuki tahun kelima dengan peserta lebih dari 16.000 orang. Event ini sangat bergengsi karena merebut total hadiah sebesar Rp. 774 juta dengan lima kategori loma lari yaitu Full Marathon (FM) 42, 195 km, Half Marathon (HM) 21 km, 10K, 5K dan Marathon For Kids secara sprint. Jarak tempuh yang harus dilakukan peserta yaitu mengelilingi Ibukota Jakarta yang menampilkan kawasan Kota Tua, Kawasan Fatahillah, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Bundaran Hotel Indonesia dan gedung-gedung pencakar langit lainnya yang berada di kawasan Sudirman-Kuningan.
"Kehadiran kami untuk kali kelima di dalam Mandiri Jakarta Marathon merupakan wujud nyata dukungan kami untuk peningkatan kesadaran pola hidup sehat bagi warga Jakarta dan sekitarnya agar rutin berolahraga demi peningkatan kualitas hidup  serta menguatkan citra Jakarta sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang makin dikenal sekaligus dicintai komunitas pelari Internasional" Tutup Kartika.
Saya pun bersependapat demikian. Karena melalui ajang berlari dan event MJM ini menjadikan ajang bersilaturahmi juga sesama pelari. Saya melihat bagaimana keramahan yang ditawarkan antar pelari menyapa satu sama lain. Menanyakan keadaannya setelah mencapai garis finish. Menanyakan asal daerah bahkan negaranya. Bahkan salah satu sponsor minuman ion pun mengikutsertakan pegawainya untuk berlari sambil tentunya mempromosikan keunggulannya dan tidak hanya itu selesai sampai garis finish mereka menawarkan semangat high five kepada pelari yang baru sampai di garis finish.Â
Tampak juga di kategori 10K, dua pelari dari dua negara saling bercengkrama. Pelari berkaus biru yang menjadi juara pertama bernama Agus Prayoga (Indonesia) langsung mendekati pelari lainnya yang berada di urutan kelima  (saya tidak tahu asalnya karena mereka langsung berlalu begitu saja). begitu ramahnya Pak Agus yang serta merta memberikan semangat pelari tersebut karena terlihat lelah luar biasa.
"Disini kami tidak mengejar menjadi pemenang, namun untuk bersilaturahmi sesama runners dari daerah kami atau lainnya, ya itung-itung banyak teman banyak saudara plus refreshing juga" sahut Bapak Anton peserta dari Purbalingga.