Mohon tunggu...
Erlyaini Abe
Erlyaini Abe Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Sosiologi UNJ

Hit me up on instagram @abeerlyaini_

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Bantuan Sosial Tunai Dinilai Dapat Menekan Kemiskinan Pandemi

3 November 2021   08:50 Diperbarui: 3 November 2021   08:56 253
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Negara di dunia telah dilanda oleh pandemi karena suatu virus yaitu corona atau covid-19. Negara di dunia pun mengalami pergejolakan yang hebat untuk mempertahankan segala aspek kehidupan negaranya. Aspek yang bergejolak dalam negara akibat dari pandemic covid-19 dimulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain. Salah satu negara yang mengalami pergejolakan adalah negara kita yaitu negara Indonesia. Indonesia mengalami gangguan dalam segala aspeknya sehingga dampak dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Masalah perekonomian yang cukup membuat kondisi masyarakat di Indonesia cukup parah.

Pada saat yang bersamaan pemerintah juga sedang berusaha mengendalikan melonjaknya angka kasus positif covid-19. Pemeritah menjalankan beberapa upaya seperti work from home (WFH), physical distancing di tempat umum, penerapan belajar dari rumah atau online, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), serta pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Upaya-upaya tersebut tetap dijalankan meski perekonomian masyarakat Indonesia terancam mengalami penurunan.

Berdasarkan dari data bps.go.id, ekonomi di Indonesia pada triwulan I 2020 mengalami keterlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 5,07% menjadi 2,97%. 

Banyak sektor ekonomi yang mengalami penurunan seperti dari pihak pemerintah, swasta, sektor industri, jasa, media, dan lain-lain. Masyarakat pun mengalami keterpurukan ekonomi dimulai dari kehilangan pekerjaan karena banyak yang terPHK oleh perusahaan yang mengalami penurunan, usaha UMKM mengalami kebangkrutan karena tidak bisa mengimbangi penuruan permintaan konsumen, sektor pariwisata, transportasi, perhotelan juga mengalami kerugian, serta para pedagang, supir, serta ojek online, yang pada intinya dalam aspek ekonomi masyarakat Indonesia mengalami penurunan pendapatan atau penghasilan bahkan kehilangan. 

Tekanan ekonomi yang terjadi kepada masyarakat membuat masyarakat frustasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebutlah yang membuat aspek sosial masyarakat juga terdampak.

Namun pemerintah tidak diam saja melihat masyarakat dalam kesengsaraan ekonomi, mereka mulai melakukan kebijakan sosial yang dapat membantu masyarakat secara langsung. 

Bantuan yang diberikan berupa bentuk uang tunai, sembako, makanan, distribusi listrik, dan lain-lain kepada masyarakat. 

Kebijakan-kebijakan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan utama diadakannya kebijakan-kebijakan sosial yang dilakukan pemerintah ialah untuk menjamin ketersediaan atas kebutuhan dasar hidup dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi.

Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah program bantuan sosial yang akan saya bahas. Program Bantuan Sosial Tunai merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Masyarakat yang diberikan adalah masyarakat keluarga miskin, tidak mampu dan rentan terdampak pandemi covid-19. Bantuan Sosial Tunai merupakan program jaringan pengaman sosial dari Kementerian Sosial dan bantuan penugasan khusus presiden. 

Ada dasar hukum yang mengatur pemberian bantuan sosial sembako dan tunai yaitu Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi virus corona dan dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan. Keputusan ini menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan sosial yaitu bansos sembako dan Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin yaitu bansos tunai.

Bantuan Sosial Tunai disalurkan melalui dua cara, yaitu :

  • Bantuan Sosial Tunai Pemerintah Pusat: Bantuan bersumber dari dana APBN dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero).
  • Bantuan Sosial Tunai Pemprov DKI Jakarta: Bantuan bersumber dari dana APBD DKI Jakarta, disalurkan melalui rekening Bank DKI sebesar Rp300.000/bulan atau Rp600.000/keluarga, dan disalurkan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI.

Adapun syarat untuk menerima Bantuan Sosial Tunai antara lain adalah bukan sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja. Lalu, terdapat pula mekanisme penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemprov DKI Jakarta yaitu sebagai berikut :

  • Terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sembako tahun 2020 pembaruan dan pemadanan data Disdukcapil Prov.DKI Jakarta
  • Tidak termasuk penerima bantuah sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan atau Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT)
  • Dana BST akan langsung dikirimkan ke rekening penerima BST
  • Dana BST dapat ditarik secara tunai melalui ATM dan dapat dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Program BST atau Bantuan Sosial Tunai menurut saya adalah termasuk program pembangunan sosial untuk mengurangi kemiskinan yang terjadi akibat adanya pandemi covid-19. Pemerintah melakukan manajemen atau kontroling atas kemiskinan masyarakat yang meningkat saat ini. Bantuan sosial tunai bisa mengurangi ketidakberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program BST memang harus dilakukan untuk mencegah atau menekan peningkatan kemiskinan di Indonesia. 

Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat saat ini kemiskinan tidak terduga karena tidak ada yang bisa menduga kedatangan pandemi dan membuat dampak yang sangat besar. Program Bantuan Sosial Tunai berupa uang tunai yang mana uang merupakan hal yang krusial dalam hidup sehingga masyarakat yang terdampak bisa merasa beban ekonominya tidak terlalu berat karena sudah dibantu oleh program BST.

Tujuan awal dari program BST adalah masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Namun, dalam pelaksanaannya program tersebut belum terealisasi secara tepat. Dari beberapa data desa, banyak laporan yang mengatakan bahwa masyarakat yang menerima tidak hanya terdampak tetapi masyarakat yang masih mampu mendapatkan juga program tersebut. Lalu, masyarakat yang benar-benar terdampak masih ada yang belum mendapatkan uang BST. Pembagian yang belum merata bisa menghasilkan ketimpangan diantara masyarakat dan juga kemiskinan yang semakin memburuk.

Mekanisme pendataan dan pembagian harus lebih diperhatikan agar tidak terjadi seperti ini lagi, karena program ini sangat ditunggu oleh masyarakat yang terdampak. Hal tersebut bisa terjadi karena dalam pendataan yang kurang valid dan kurang verifikasi. 

Birokrasi tingkat daerah harus lebih memperhatikan pendataan yang teliti dan juga mekanisme dari pendistribusian uang BST. Selain tingkat daerah, tingkat pusat juga harus melakukan hal yang sama apalagi masalah jumlah atau total uang yang harus diterima masyarakat. 

Semua elemen seperti dari tingkat daerah, pusat, dan juga masyarakat harus memperkuat koordinasi diantaranya. Program BST tidak bisa berjalan dengan lancar jika terdapat satu elemen yang kurang, karena pada dasarnya dalam suatu program membutuhkan elemen yang saling melengkapi.

Sumber Referensi :

Afriyanti, Annisa Nur, dkk. 2020. Analisis Kebijakan Bantuan Tunai Langsung Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bandung. Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Administrasi 4.0: 244-248.

Fitria, Fadhila Nur, dkk. 2020. Efektivitas Penyaluran Bantuan Sosial Dari Pemerintah Untuk Disalurkan Kepada Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Ponorogo 2020. Jurnal Politikom Indonesiana Vol.6 No.1: 40-50.

Khoiriyah, Fatkul, dkk. 2020. Efektivitas Pelaksanaan Bantuan Sosial Dari Pemerintah Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19 Di Desa Gendongarum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Spirit Publik Vol.15 No.2: 97-110.

Pramanik, Nuniek Dewi. 2020. Dampak Bantuan Paket Sembako dan Bantuan Langsung Tunai Terhadap Kelangsungan Hidup Masyarakat Padalarang Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Intelektiva: Ekonomi, Sosial & Humaniora Vol.01 No.12: 113-120.

https://corona.jakarta.go.id/id/informasi-bantuan-sosial, diakses pada 30 September 2021.

https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/variabel/8626, diakses pada 30 September 2021.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun