Maka dari itu bergabung dengan orang-orang yang ada di rumah untuk saling bertukar cerita adalah kegiatan yang bisa menghilangkan rasa takut tersebut. Apalagi diselipi dengan candaan-candaan yang akan membuat rumah tetap hangat dan ramai meski dalam keadaan tanpa listrik di malam hari.
#3 Wajah tidak terlihat sepenuhnya
Alasan lain yang membuat mati lampu menjadi ajang paling enak untuk bertukar cerita dengan keluarga di tengah rumah karena saat bercerita kita tidak akan saling tatap karena minimnya cahaya. Biasanya kan selalu ada orang yang canggung untuk mengobrol dengan keluarga dengan saling tatap mata, apalagi anak laki-laki dengan sang ayah (pengalaman haha).
Maka dari itu mati lampu adalah kesempatan yang cukup langka untuk mempererat tali kekeluargaan. Sambil bercerita, tatapan kita bisa sambil menatap ke arah langit-langit sambil tiduran atau duduk di pangkuan paha ibu sambil rambut diusap-usap. Beuhhh nikmatnya.
#4 Sebagai penghantar tidur
Saat listrik menyala, biasanya kita akan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Meskipun masih ada gadget, biasanya saat mati lampu akan dikurangi intensitas bermain gadgetnya takut-takut nyalanya lama, apalagi sampai seharian. Bertukar cerita di tengah rumah adalah hal yang bisa dilakukan tanpa energi listrik, hanya butuh energi untuk bicara dan indra pendengaran.
Saking hangatnya bertukar cerita, maka waktu pun tidak akan terasa bahkan satu per satu dari kita akan terlelap tidur. Kapan lagi kan tidur bersama keluarga di ruangan yang sama. Eh taunya bangun-bangun lampu belum nyala juga. Hihihi.
Gimana, sudah bercerita dengan keluarga hari ini?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H