Beri aksi maka muncul reaksi. Reaksi dari aksi yang kamu berikan.
Contohnya, saat makan (aksi) setelah itu akan kenyang (reaksi)
Saat melakukan kebaikan (aksi) lalu merasa bahagia (reaksi)
Ketika air sayur tawar ditaburi garam, rasa tawar berganti menjadi asin karena NaCl ada di dalam sayuran dan kamu tidak kena gondok karena Iodium yang terdapat di dalam garam.
Ketika kamu membakar sampah misalnya, api akan bereaksi dengan sampah lalu muncul oksida abu dan asap (Bisa jadi terdiri dari SOx, NOx, CO2, dioksin, furan, dll). Gak kelihatan? Â Cobalah cium apakah ada aroma baru. Aroma asap yang membuat batuk batuk, ukh... ukh..!
Hubungannya dengan obat?
Ketika makan obat (aksi) lalu merasa sembuh (reaksi).
Obat yang masuk ke dalam tubuh kemudian bereaksi dengan unsur, zat, atau senyawa dalam tubuh. Lalu tubuh pun merasa lega bebas dari rasa sakit. Â
Kalau dikit-dikit makan obat gimana? Saat meminum obat ada efek samping yang ditimbulkan. Efek samping bisa timbul karena saat obat masuk dalam tubuh ada unsur, zat, senyawa dalam obat bereaksi dalam tubuh. Hasil dari reaksi tersebut merupakan efek samping. Cobalah baca efek samping yang tertera dalam kemasan obat.
Dokter amerika ini selalu mempengaruhi kami (masyarakat) supaya melakukan pola hidup sehat agar tidak terlanjur sakit. Sakit menurutnya adalah tuntutan tubuh untuk mendapatkan istirahat. Sehingga kalau sakit itu berarti ada sesuatu yang salah dalam pola hidup. Pola hidup tidak sehat menyebabkan sistem imun turun sehingga gampang terserang penyakit.
Sebelumnya saya pernah mengalami kondisi sangat sensitif dengan suhu dingin. Berkat konsultasi sama dokter dan obat yang diberikan, saya sembuh. Ajaib dan beruntungnya kita memiliki obat yang bisa menyembuhkan, bukan?