Fear Of Missing Out atau yang biasa kita singkat dengan FOMO, adalah fenomena dimana seseorang menjadi takut akan tertinggal zaman. Pada kehidupan nyata, orang yang dikategorikan FOMO akan sangat mengikuti tren dan menunjukannya didepan publik meski pada nyatanya mereka tidak terlalu mengerti akan apa yang mereka lakukan.
Mereka yang mengalami FOMO berusaha agar selalu trendy dan tidak tertinggal dengan topik yang sedang beredar dilingkungannya. Kebanyakan mayoritas tidak menyukai perilaku FOMO, namun mayoritas tersebut juga terkadang tidak menyadari bahwa fenomena perilaku FOMO juga tidak jarang terjadi pada diri mereka sendiri. FOMO adalah fenomena yang sangat lumrah diera dan dilingkungan kita, dibencinya perilaku tersebut juga merupakan kewajaran melihat bagaimana perilaku FOMO didunia nyata.
Apa Faktor Yang Membuat Seseorang Berperilaku FOMO?
Ada banyak faktor yang membuat seseorang bisa berperilaku FOMO, salah satunya adalah terlalu banyak menyelam dan terfokuskan kepada gadget. Saat kita membuka handphone kita aplikasi-aplikasi didalamnya yang akan kita buka selanjutnya telah menyediakan ribuan informasi baru untuk kita, dari banyaknya informasi tersebut ada salah satu informasi yang sangat menarik dan tersebar sangat cepat. Penyebaran cepat tersebut dapat menimbulkan perilaku FOMO kepada beberapa orang yang membacanya, mereka akan mulai membahas topik tersebut tanpa henti meski beberapa informasi yang mereka cerna tidaklah benar.
Informasi tersebar dari mulut ke mulut, menciptakan kelumrahan bagi mayoritas untuk mengetahui informasi tersebut. Faktor yang selanjutnya adalah pengaruh dari orang lain, terkadang omongan dari orang lain yang belum tentu dengan benar memahami kita lebih mudah dicerna dibandingkan omongan orang yang memang sudah kita kenal.
Kelumrahan yang terjadi dari penyebaran informasi tersebut juga berdampak kepada para minoritas, mereka yang tidak tahu dan tidak mengikuti perputaran informasi akan dianggap ketinggalan zaman oleh beberapa orang. Jika kata ketinggalan zaman tersebut telah mengenai batin dari salah satu minoritas tersebut, yang akan terjadi selanjutnya adalah orang tersebut menjadi salah satu bagian dari sekumpulan orang yang berperilaku FOMO.
Mengapa Perilaku FOMO Tidak Disukai Oleh Masyarakat?
Kebanyakan masyarakat tidak menyukai perilaku FOMO dan merasa sebal dibuatnya, karena orang dengan perilaku FOMO bertingkah seolah-olah mereka sangat memahami topik yang sedang mereka bahas. Ketika seseorang yang memang benar memahami topik tersebut dan tidak terlalu membahasnya bertemu dengan seseorang dengan perilaku seolah sangat mengetahui, kebanyakan seseorang yang sudah memahami topik tersebut akan merasa sebal dan kesal. Dan hal seperti itu terjadi dimana-mana, jika ada satu orang yang berperilaku FOMO maka akan menimbulkan lebih dari satu dampak negatif.
Oleh karena itu penting bagi kita menyadari pentingnya menghindari perilaku FOMO secepatnya. Kita harus menyadari bahwa tidak semua hal harus kita ketahui dan kita pahami, selain menimbulkan kebencian perilaku FOMO juga membuat kita terfokuskan dengan hal yang kurang berfaedah dan membuat kita membuang waktu. Dengan tidak berperilaku FOMO kita akan terjaga dari kebencian dan juga hal negatif lainnnya.
Lalu Bagaimana Cara Menghindari Perilaku FOMO?
Ada beberapa cara untuk mengatasi dan menghindari perilaku FOMO, berikut beberapa caranya :
1. Mengurangi waktu bermain gadget
Mengurangi waktu bermain gadget sangat berpengaruh denganÂ
pribadi seseorang, terbiasa bergantung dengan media elektronik memiliki dampak buruk bagi semua orang. Oleh karena itu mengurangi waktu bermain gadget bisa memberikan peranan besar terhadap diri kita, kita bisa terhindar dari tren-tren yang tiada hentinya dan menaruh fokus kepada hal lain.
2. Fokus terhadap diri sendiri
Dengan fokus terhadap diri sendiri kita akan menghindari untuk terdistraksi oleh hal-hal luar, juga kita mengetahui bagian mana yang harus kita utamakan. Menentukan tujuan dan cita-cita kita lalu merencanakan tahap kedepannya akan membuat kita mengutamakan diri kita sendiri, dari tindakan tersebut kita tidak terjerumus oleh berbagai tren baru.
3. Selalu bersyukur dengan kondisi diri sendiri
Saat kita hampir terjerumus dengan perilaku FOMO terkadang kita melupakan kondisi diri kita sendiri, kita tidak menyadari dan mengetahui bahwa ada kemungkinan yang mengawali trend tersebut dikarenakan permasalahan dan menjadikan masyarakat yang mengikuti tren tersebut menjadi sebuah solusi. Oleh karena itu kita harus selalu bersyukur dan menerima kondisi kita apa adanya, jangan sampai ketidakpuasan dan ketakukan membuat kita terlalu mengikuti tren.
4. Memprioritaskan kebahagiaan diri
Bahagia atau tidaknya kita juga menjadi penentu perilaku kita, untuk menghindari perilaku FOMO tentu saja kita perlu bahagia karena tidak ada orang yang berbahagia saat berperilaku FOMO. Bahagia menjadi poin paling penting dan menjadi dasar dari cara-cara diatas, oleh karena itu mencari kebahagiaan dan meresapinya penting untuk kesehatan mental kita.
Kesimpulan
Dari beberapa paragraf diatas kalian pasti sudah memahami, mengenal, dan mengetahui apa itu Fear Of Missing Out juga bagaimana cara mengatasinya. Poin-poin diatas menjelaskan bahwa FOMO sama sekali tidak memberikan keuntungan atau timbal balik yang pasti, melainkan memberikan kalian sebuah kerugian yang sangat berisiko. Oleh karena itu penghindaran terhadap perilaku FOMO itu penting agar kita tidak terkena dampak negatifnya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI