Memang tidak mudah untuk mengetahui gejala yang diderita sebab gangguan ini tidak dapat dilihat secara langsung. Tetapi gangguan mental in bisa berdampak pada pekerjaan, hubungan dan aktivitas sehari-hari.
2. Gangguan bipolar bisa disebabkan oleh faktor genetik dan peristiwa yang menyebabkan trauma berat.
Para ilmuwan menyatakan bahwa tidak ada sebab tunggal baik perubahan genetik, peristiwa, juga kelainan pada aspek kimiawi otak yang menyebabkan gangguan bipolar. Ada gangguan bipolar yang terjadi karena dipicu oleh kombinasi beberapa kondisi biologis dan faktor lingkungan.
3. Gangguan bipolar jarang terjadi tanpa gangguan lain
Terkadang bukan hanya melibatkan gangguan psikologis, tetapi juga kondisi fisik bisa mengikuti seperti gangguan metabolisme dan migrain.
4. Setiap gangguan bipolar berbeda
Gangguan bipolar seperti sidik jari, tidak semua orang memiliki gejala yang sama dan diagnosisnya bisa sangat bervariasi.
5. Gangguan bipolar dapat mengancam jiwa dan dukungan sangatlah penting
Diperkirakan satu dari lima orang terdiagnosis gangguan bipolar meninggal karena bunuh diri. Peringatan Hari Bipolar Sedunia adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan bipolar yang sedang melalui masa-masa sulit bukanlah satu-satunya yang meghadapi masalah tersebut.
Mari bersama tingkatkan perhatianmu kepada para pengidap gangguan bipolar dan tunjukkan kepada mereka kepedulian yang kamu miiliki. Hidup dengan gangguan bipolar memang tidaklah mudah, tetapi percayalah akan selalu ada harapan seperti yang ditulis Van Gogh, "The beginning is perhaps more difficult than anything else, but keep heart, it will turn out all right." Yang berarti "Awalnya mungkin akan lebih terasa sulit dari apa pun, tetapi tetapkan hati bahwa semuanya akan baik-baik saja."
Untuk itu, tujuan utama dari memperingati Hari Bipolar Sedunia yaitu untuk membentuk kesadaran dunia terhadap gangguan bipolar dan menghapuskan stigma sosial tentang pengidap bipolar serta mendorong penerimaan. Tahun 2022 ini, bertema #BipolarTogether.
Bagi orang di luar sana yang menjalani hidup dengan gangguan bipolar, Hari Bipolar Sedunia menjadi kesempatan untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang kondisi mental mereka, pengobatan apa saja yang bisa mereka lakukan, dan bagaimana langkah untuk mengatasi akibatnya pada kehidupan sehari-hari mereka. Sedangkan untuk orang yang tidak mengalami gangguan ini, bisa menjadi partner yang baik dengan mempunyai pandangan yang informatif tentang penyakit bipolar dan mengetahui bagaimana dampaknya bagi orang yang menjalani hidup dengan kondisi bipolar.