Lebih jauhnya, bapak/Ibu, encang/encing dan para guru juga bisa menggunakan teknologi seperti blog sebagai wadah tempat menulis bagi siswa.
Bagaimana sudah faham sampai di sini?
Lalu, apa langkah berikutnya agar minat menulis anak tetap terjaga dengan baik bahkan terus lebih berkembang?
Caranya sangat sederhana. Secara fsikologi, anak atau siswa biasanya masih sangat butuh perhatian, pengakuan dan pujian. Untuk itu, tidak ada salahnya kita lakukan itu.
kita sebagai orang tua atau tenaga pendidik jangan segan memuji dan menghargai karya mereka, meski mungkin sebenarnya tidak sesuai kenyataan.
Dalam hal ini, jangan sekali-kali kita menilai hasil tulisan si anak, tapi nilailah prosesnya. Lakukan terus hal tersebut agar si anak tetap termotivasi dan belajar untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik lagi nantinya.
Itu yang bisa saya bagikan agar si anak terus tumbuh minatnya untuk menulis. Namun sebagai tambahan, saya pernah mengobrol dengan salah seorang penggiat literasi anak tentang bagaimana caranya si anak atau siswa gemar menulis.
Ternyata tidak jauh beda. Namun, ada dua hal yang bisa saya simpulkan sebagai tambahan dari tips di atas. Yaitu :
Pertama, tidak perlu mengajarkan terlalu banyak tata bahasa saat si anak atau siswa baru mulai menulis.
Menurut rekan saya tersebut, tata bahasa yang baik dan benar bersifat berkembang dan akan dikuasai anak sedikit demi sedikit. Jangan mengajarkan terlalu banyak tata bahasa yang rumit saat anak baru saja mulai belajar menulis.
Ingat bahwa anak akan secara alami belajar menulis dalam bahasa yang biasa mereka baca, sama seperti belajar berbicara dari bahasa yang mereka dengar. Maka, membaca itu penting bagi siswa agar mereka dapat menulis dengan tata bahasa yang baik.