sekalipun pucuk-pucuk daki burung berkicau belum mampu semarakkan
pagi tambah berseri, walau musim mengibaskan udara panas sekalipun,
masih menyisa desir lembut semilir angin.
wajah-wajah rupawan berbendera pusaka, cahayanya sejati menebar kehangatan
bagi jiwa resah gelisah dibibir penantian
alunan tembang bergayut menderu merasuki gelombang Padang Kuru
menjadi bekal maju satu, menerjang sosok daki tak mampu menepis sesaat
Abimanyu gelar iranma nadinya, sekalipun raga hancur masih saja tegar dan tegas
“Amukkkk…..amukkkk….” begitu haru hambrasto angara murka, sampai
jiwanya melayang jauh masuk peraduan abadi….. amukkkk…..
Merentang hari datang pergi Indonesiaku, pucuk-pucuk daki burung berkicau