Dianjurkan agar tak melanjutkan perjalanan karena di sana tengah diserang wabah penyakit. Maka, mantaplah sang khalifah untuk mengambil keputusan.
Namun tak lama kemudian munculah pesan dari sang Gubernur dari Negeri Syam. Umar dinilai lari dari takdir. Nah, lantaran yang menyampaikan pesan itu adalah seorang ahli surya, Umar kembali kepada keraguannya.
Barulah keputusan Umar menjadi mantap setelah mendengar penjelasan Abdurrahman, yang juga oleh Rasulullah disematkan kepada dirinya sebagai ahli surga.
Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian berada di suatu tempat (yang terserang wabah), maka janganlah kalian keluar darinya. Apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, maka janganlah kalian mendatanginya."
Di berbagai literatur, tercatat beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW yang wafat akibat wabah. Diantaranya: Yazid bin Abu Sufyan, Muadz bin Jabbal, Ubu Ubaidalah, Syarhbil bin Hasanah, Al Fadl bin Al Abbas. Saat wabah tha'un (kolera) menyerang Syam tahun 18 Hijriyah. Sebanyak 25 ribu kaum Muslimin wafat.
Poin penting dari ceramah sang ustaz di Masjid Nur Sa'id Lampung ini adalah ketika menghadapi musibah wabah tak bisa diselesaikan satu pihak. Perlu kebersamaan semua pihak. Terlebih seperti wabah Corona, badan kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan prosedur penanganannya bagi seluruh pemangku kesehatan di berbagai negara.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Laman Alodokter menyebut, di banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Kita pun kini memahami bahwa Virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Kita pun bersyukur, Indonesia dapat mengindahkan seluruh prosedur itu.
Namun ketika ditanyai, mengapa Indonesia tidak memberi kontribusi kepada Arab Saudi mengingat kita punya pengalaman ketika wabah kolera tempo lalu.