Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Dosen - Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Diundang Dua Media untuk Berbagi Pengalaman tentang Dunia Penulisan

23 September 2024   15:58 Diperbarui: 24 September 2024   03:59 284
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berfoto Bersama Bu Ratih (baju kuning) dan Bu Ayu Sundari (baju putih) di Studio Pro 1 RRI Singaraja (Sumber: dok. Bu Ayu Sundari). 

Hal yang menyenangkan bagi saya adalah saat bisa turut berbagi pengalaman dan pengetahuan, betapapun kecilnya. Ya, pada pertengahan Juli 2024 saya diundang oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kab. Buleleng untuk menjadi narasumber dalam program podcast "Bincang Komunikasi" -- yang disingkat dengan "B-Kom." 

Selanjutnya, di pertengahan September 2024, saya mendapat undangan lagi dari RRI Singaraja untuk menjadi narasumber mengisi program Pro 1 RRI Singaraja "Indonesia Bisa." Seperti apa ceritanya? Mari kita mulai.

Acara Bincang Komunikasi

Saya bertemu dengan Kepala Dinas Kominfosanti Kab. Buleleng, Bapak Ketut Suwarmawan, SST, MM, pada sebuah acara resmi. Pada saat itu, kebetulan kami duduk berdampingan. Lama kami saling bercakap-cakap dan bersenda gurau. Maklum, kami bersahabat sudah cukup lama.

Di sela-sela perbincangan, tiba-tiba beliau meminta kesediaan saya mengisi acara podcast Kominfosanti yang bernama B-Kom. Saya iyakan saja ajakan beliau pada saat itu, sambil memikirkan topik yang pas. Beliau mengusulkan agar saya berbicara ikhwal komunikasi. Topik intinya masih belum dapat saat itu.

Beberapa hari kemudian staf beliau, Ketut Widiasa,  menghubungi saya untuk menindaklanjuti apa yang sudah menjadi kesepakatan sebelumnya. Diusulkanlah topiknya tentang "Menulis dan Tantangannya di Era Digital"

Mendapat tawaran topik itu, saya langsung mengiyakan. Keesokan harinya, saya menerima surat resmi dari Dinas Kominfosanti. Dan saya pun hadir untuk untuk memenuhi undangan dimaksud pada tanggal yang diterakan di dalam surat, yaitu 16 Juli 2024.

Didampingi oleh dua presenter cantik dan andal, Dwi Lestasri dan Candra, kami berbincang selama satu setengah jam lamanya di ruang "Buleleng Command Center" (BCC) yang padat teknologi.  

Pada intinya kami membahas bagaimana menyiasati dunia tulis menulis di era digital ini.  Intinya, bahwa para penulis mesti menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman adalah sebuah keharusan.

Saya katakan, ruang berekspresi melalui tulisan tidak berkurang di era serba teknologi ini. Ada banyak sekali peluang menulis di berbagai platform digital. Ada banyak website yang membuka kesempatan bagi para penulis untuk berkarya.

Saya menyebut salah satu satu website yang terkenal adalah kompasiana.com, tempat saya ikut berpartisipasi menuangkan gagasan dan pengalaman sejak Desember 2010.  

Ada juga kompas.com dan detik.com tempat saya nimbrung dan belajar menjadi seorang kolumnis. Dan, tentu saja masih ada beberapa media lagi yang tidak saya sebutkan di sini. Intinya, ruang untuk menulis di era digital semakin terbuka lebar.

Bersama Candra (baju biru) dan Dewi Lestari (baju coklat) dalam acara B-Kom (Sumber foto: dok.pribadi).
Bersama Candra (baju biru) dan Dewi Lestari (baju coklat) dalam acara B-Kom (Sumber foto: dok.pribadi).

Acara "Indonesia Bisa"

Selanjutnya, pada 17 September 2024, saya kembali mendapat undangan dari RRI Singaraja, untuk mengisi program Pro 1 dalam acara yang bertajuk "Indonesia Bisa."

Bu Ratih dari RRI Singaraja, mengontak saya melalui whatsapp untuk bersedia berbicara tentang penulisan. Wah, lagi-lagi tentang dunia tulis-menulis. Kali ini, topik yang diminta adalah "Menulis, Investasi Kebaikan untuk Masa Depan."

Bertindak sebagai pewawancara adalah Ibu Ayu Sundari. Beliaulah yang membersamai saya berbincang-bincang tentang topik yang satu ini. Di samping itu, tentu saja ada operator yang bekerja di ruang sebelah.

Ada sejumlah pertanyaan yang disampaikan oleh Bu Ayu Sundari. Tetapi, tidak hanya Bu Ayu yang bertanya, menjelang akhir perbincangan beberapa pendengar juga nimbrung mengajukan pertanyaan.

Inti pembahasan menyangkut tentang mengapa menulis merupakan investasi kebaikan untuk masa depan? Bukankah investasi itu lebih menyangkut investasi uang?

Menjawab ini, saya menyampaikan bahwa investasi tak melulu soal uang, melainkan juga tentang pengalaman dan pengetahuan.

Saya mengajak pendengar untuk flashback, betapa para pendahulu mewariskan kita berbagai ilmu pengetahuan melalui berbagai media, misalnya prasasti, lontar, buku, dan sejenisnya. Dari situ kita belajar, belajar untuk mengetahui dan mendalaminya.

 Apa yang diwariskan oleh para pendahulu mesti juga diteruskan dan dilengkapi sehingga kian lama kian berkembang khasanah ilmu pengetahuan. Ini kemudian akan diwariskan lagi untuk generasi masa depan.

Ilmu pengetahuan yang mengambil bentuk karya tulis itu akan kian berkembang dari waktu ke waktu. Saya mengajak generasi masa kini meneruskan dan mengembangkan karya-karya generasi sebelumnya dengan terus berinovasi.

Semua karya dari generasi ke generasi itu ditujukan untuk mencapai kemajuan peradaban kehidupan umat manusia. Inilah yang saya maksudkan mengapa menulis menjadi upaya investasi masa depan.

Ada beberapa pertanyaan dari pendengar tentang, misalnya, mengapa penulis harus rajin membaca dan bagaimana mengelola mood menulis.

Ada juga pendengar yang mengaku pernah membaca artikel saya di sebuah majalah dan ia pun  menyampaikan betapa dia suka sekali membaca buku. Semuanya pertanyaan dan informasi dari para pendengar sudah saya apresiasi dan tanggapi.

Saking asyiknya berbincang-bincang, waktu yang disediakan selama 50 menit dalam acara "Indonesia Bisa" terasa sangat singkat.

(I Ketut Suweca, 24 September 2024).

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun