Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Lakukan Hal Ini Jika Ingin Nyaman Menulis!

30 Agustus 2020   15:59 Diperbarui: 31 Agustus 2020   08:29 851
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: society19.com

Menulis merupakan proses kreatif yang memungkinkan siapa pun untuk menuangkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Hasil pemikiran itu kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi karya yang berguna dan menginspirasi pembaca.

Kelancaran proses kreatif tergantung pada sejumlah faktor, baik yang berasal dari diri sang penulis maupun dari luar dirinya. Berdasarkan pengamatan penulis, paling tidak, terdapat lima faktor atau hal yang secara langsung bisa menunjang seseorang untuk menulis dengan baik.

Akan tetapi, haruslah diingat bahwa rasa nyaman dan suasana kondusif tak selalu kita dapatkan. Ada banyak sekali persoalan hidup yang mungkin bisa menjadi penghalang. 

Lantas, bagaimana menghadapi hal-hal semacam itu? Akankah kita memutuskan untuk berhenti menulis?

Mari kita mulai membahasnya dari lima faktor yang memperlengkapi dan memperlancar kita dalam  proses penulisan. Setelah itu barulah kita singgung sedikit tentang apa yang bisa kita lakukan saat berbagai masalah kehidupan tersebut harus berhadapan dengan proses menulis kita.  

Temukan Tempat dan Waktu Menulis

Pertama, tempat menulis. Masalah tempat menulis sering menjadi faktor penentu dalam penulisan. Ada orang yang merasa nyaman menulis di tempat yang sepi, ada pula yang tak merasa terganggu menuangkan ide-idenya di tempat yang relatif ramai, misalnya, mojok di cafe.

Tergantung pada si penulis di mana tempat yang menurutnya nyaman untuk menuangkan gagasan, di situlah ia pilih.

Seorang sahabat merasa nyaman menulis di rumah. Karena anak-anaknya sudah berkeluarga dan tak lagi tinggal di rumah bersamanya, maka rumahnya relatif sepi.  Hanya dia dan istrinya ada di rumah. Dengan kondisi itu, ia merasa rumahlah tempat yang paling kondusif untuk menuangkan pemikiran-pemikirannya.

Kedua, waktu menulis. Ada yang mengatakan bahwa waktu pagi hari-lah yang paling nyaman untuk menulis. Benar juga, sebab pada pagi hari pikiran kita dalam kondisi terbaik, masih fresh, setelah sebelumnya tidur di malam hari. Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk menulis.

Pemenang Nobel Sastra, William Faulkner, pernah mengatakan bahwa ia hanya menulis ketika mendapatkan inspirasi. Dan, hebatnya pula, ia selalu mendapatkan inspirasi itu setiap pukul sembilan pagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun