Bagaimana dengan tujuan pemberian tes?
Sebetulnya, pemberian tes pada murid dalam bentuk soal pilihan ganda (PG) atau esai (uraian) itu dipergunakan sebagai feedback (umpan balik) bagi guru untuk mengetahui seberapa banyak murid-muridnya dalam mengusai materi pelajaran yang diberikan.
Harapannya, anak didik mampu menguasai konsep materi pelajaran, menafsirkan fakta yang ada, mengevaluasi masalah, menjelaskan proses sebab-akibat, mengambil peluang dan bisa memprediksi hasil atas semua permasalahan yang muncul serta menanamkan perilaku dan karakter positif dalam kehidupannya kelak.
Baca Juga : Kenali 4 Jenis Kepribadian dan Emosi anak didik untuk Mengelola
Namun harus dipahami bahwa tingkat kecerdasan yang meliputi tingkat kognitif, psikomotorik, dan afektif dari setiap anak didik itu berbeda-beda yang utamanya ditekankan pada afektif, yaitu pendidikan karakter dan budi pekerti.
Merujuk dari Taksonomi Bloom, masih ingatkah bahwa tingkatan terendah sampai yang tertinggi adalah: 1. Mengingat, 2. Memahami, 3. Menerapkan, 4. Menganalisis, 5. Menilai, dan 6. Menciptakan.
Jenis soal pilihan ganda, adalah juga metode yang terbaik karena semua aspek di Taksonomi Bloom di atas tetap bisa tercapai dalam jenis tes itu.
Misalnya di mata pelajaran sejarah, untuk tingkatan mengingat: buat saja soal tentang tahun berlangsungnya tahun perang Diponegoro.Â
Namun, untuk tingkat menganalisis, buatkan soal penyebab perang Diponegoro yang mengalami kekalahan melawan penjajah, Belanda.
Pada opsi piilihan ganda, harus dibuat pengecoh (distractor) yang berkualitas pada opsi jawaban lainnya sehingga anak didik tidak diberi kemudahan mutlak untuk menjawab. Hal itu untuk mengukur seberapa mampu mereka memaksimalkan tingkat kecerdasan kognitif mereka.