Aktivitas pariwisata pastinya mempunyai dampak/pengerauh terhadap kehidupan masyarakat setempat, baik itu dari segi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Karena dengan adanya pariwisata mempengaruhi aktivitas
Masyarakat setempat, contohnya seperti pekerjaan Masyarakat setempat. Sebagai contoh wisata Pantai, dengan begitu Masyarakat local sekitaran Pantai punya kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan seperti berdagang contohnya.
Bagaimana Dampak Pariwisata Terhadap Aspek Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Lingkungan?Â
Berikut adalah dampak aktivitas pariwisata dilihat dari berbagai aspek.
1. Dampak Sosial
Kegiatan pariwisata lebih condong kepada kegiatan dari aksi sosial, dengan begitu dapat diartikan bahwa kegiatan pariwisata erat kaitannya dengan kegiatan dan aktivitas manusia, dan aktivitas di tempat pariwisata biasanya banyak terdapat interaksi, baik itu interaksi antara wisatawan dengan masyarakat setempat maupun sesama wisatawan lainnya.Â
Kegiatan interaksi dan komunikasi ini juga termasuk ke dalam dampak sosial, jadi pariwisata dapat dikatakan menyediakan wadah bagi wisatawan untuk berkumpul di satu tempat, dengan adanya interaksi dengan masyarakat setempat.
Pariwisata menciptakan ruang kontak sosial antar sesama, hal ini memmungkinkan untuk keduabelah pihak untuk saling mengenal kebudayaan masing-masing dalam Batasan tertentu. Pada hakekatnya kegiatan pariwisata meliputi kegiatan seseorang ataupun sekelompok individu berpindah tempat sementara dengan melakukan perjalanan ke suatu tempat tertentu.Â
Pariwisata menjadi manifestasi lintas budaya yang penting, yang mana wisatawan dari luar daerah dapat mengetahui bukan hanya alamnya atau tempat wisatanya saja, namun juga budaya masyarakat lokal, lewat apa yang ia dilihat dan ia temukan di tempat pariwisata tersebut.
Bentuk interaksi sosial antara wisatawan dan masyarakat setempatmenjadi kegiatan sosial, wisatawan yang berkunjung menghabiskan waktunya dengan bersantai, sementara masyarakat setempat melayani para pengunjung yang pastinya akan mendapat upah, baik itu dari uang masuk pariwisata, ataupun dari sumber lain yang berpotensi menghasilkan. Dampak dari pariwisata ini dapat dilihat dari beberapa hal berikut
a. Struktur Sosial
-Terjadi transaksi kesempatan kerja dari yang sebelumnya sektor pertanian menjadi sektor pelayanan.
- Modernisasi dalam hal cara-cara pertanian dan penjualan hasil panen
- Pemerataan pendapatan Masyarakat
b. Peningkatan dalam Wawasan Masyarakat
- Perubahan sikap dan tingkah laku kea rah yang lebih positif, terutama dalam cara berkomunikasi sesame
- Dapat menghilangkan prasangka-prasangka lain terhadap etnis lain.
2. Dampak Budaya
Interaksi antara Masyarakat setempat dan wisatawan pastinya mempunya peran penting dalam hal budaya, wisatawan yang berkunjung ke daerah lain pastinya secara tidak langsung juga akan mengenal sedikit banyaknya budaya masyarakat setempat.Â
Salah satu alasan sesorang berkunjung ke suatu tempat selain karena tempat wisatanya juga budaya nya, budaya memiliki daya tarik tersendiri di mata beberapa orang, baik itu dari kebiasaan masyarakat, Bahasa, kerajinan tangan, makanan, sejarah, ataupun hal lainnya.Â
Sebagai contoh pada suatu daerah terdapat suatu event tahunan, wisatawan yang datang pastinya tertarik untuk melihat dan ikut terlibat dalam kegiatan event khusus, seperti festival kesenian, pengungkapan tradisi lama dan sebagainya.Â
Perkembangan pariwisata yang pesat dapat memperikan pengaruh terhadap Masyarakat di bidang pekerjaan. Sebagai contoh Masyarakat yang sebelumnya punya budaya Bertani bisa saja beralih pekerjaan menjadi pemandu wisata, hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesempatan pendapatan yang lebih tinggi
3. Dampak Ekonomi
Salah satu dampak terbesar dari pariwisata adalah dampaknya terhadap perekonomian suatu kawasan atau bahkan suatu negara. Pariwisata merupakan industri penting di seluruh dunia dan beberapa negara bergantung pada pariwisata seperti Maladewa, Kepulauan Virgin Inggris, Aruba, dan Makau, antara lain. Di seluruh dunia, di 10 negara kontribusi langsung terhadap PDB lebih dari 15%, dan di 12 negara kontribusi totalnya lebih dari 40%, pada tahun 2019.Â
Pada tahun yang sama, lebih dari 10% lapangan kerja diciptakan langsung oleh industri pariwisata di 20 negara, dan di 46 negara kontribusi total sektor tersebut terhadap lapangan kerja melampaui 15%, menurut data dari WITC.
Dalam literatur, salah satu kekuatan utama yang diidentifikasi oleh penduduk di masyarakat adalah penciptaan lapangan kerja, yang menyediakan lebih banyak pendapatan, meskipun peluang bisnis pada tingkat yang lebih personal dan pengembangan infrastruktur dan layanan publik juga relevan.
4. Dampak Lingkungan
Sejak tahun 1980-an, dampak lingkungan dari pariwisata telah memperoleh perhatian yang cukup besar dari berbagai organisasi terkait, seperti WTO dan OECD, dan oleh banyak peneliti perorangan. Dalam beberapa tahun terakhir, keberlanjutan telah menjadi salah satu konsep terpenting dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata.Â
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa biaya dan manfaat pariwisata dilihat dari perspektif keberlanjutan. Pengelolaan aktivitas pariwisata di lingkungan perkotaan telah mendorong perilaku pro-lingkungan yang berujung pada penerapan prinsip-prinsip ekowisata dan perencanaan perkotaan.
Berbagai masalah yang terkait dengan pariwisata perkotaan, seperti polusi udara, kebisingan dan getaran yang berlebihan, serta dampak visual negatif dari pariwisata perlu dikendalikan. Perlu dipastikan bahwa wisatawan dan penduduk bertanggung jawab terhadap lingkungan, untuk melestarikan sumber daya aya lingkungan bagi generasi mendatang.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI