Banyak yang akhirnya bisa mengkombinasikan pekerjaan dan hobi. Simbiosis mutualisma. Pekerjaan sukses dilakoni dan menulis terus berjalan bahkan menjanjikan karena akhirnya mampu membuat peluang pekerjaan menjadi motivator, guru menulis online, pembicara dalam seminar kelas menulis tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya.
Kebahagiaan lebih lengkap sebab titik kepuasan bukan hanya saat menjadi, atau pegawai saja. Lebih membanggakan karena merasa tersanjung ketika rekan kerja mengagumi kemampuan kita saat bisa menulis dan produktif menghasilkan tulisan. Bukan perkara mudah membagi waktu antara menulis dan bekerja. Butuh cara sendiri agar hobi dan pekerjaan bisa berjalan beriringan.
Pengalaman ketika pertama kali tulisan bisa dimuat di media massa menjadi pengobar semangat. Bahwa perjuangan mewujudkan impian itu masuk dalam jajaran penulis itu tidak mudah. Maka sayang jika kemampuan menulis tidak dimaksimalkan, toh sudah ada jalan lempang untuk menekuni dunia tulis menulis. Banyak peluang bisa dilakukan ketika menekuni hobi menulis. Banyak pekerjaan yang membutuhkan jasa dari kemampuan menulis.
Maka anda yang sekarang rajin menulis teruslah menekuni hobi anda. Menulis itu bisa meningkatkan kebahagiaan, bisa menciptakan banyak peluang dari kemampuan menulis. Siapa tahu anda bisa bersanding dengan para penulis yang lebih dahulu terkenal seperti Andrea Hirata, Fiersa Besari, Agnes Jessica, Ayu Utami, Dewi Lestari, A. Fuadi. Habbiburahman El Zirasi, Atau jika anda guru bisa mengikuti jejak St Kartono, J Sumardianta yang masih tetap menjadi guru dosen penulis sekaligus motivator untuk kelas menulis.
Masih banyak penulis lain yang sukses mengawinkan hobi dan pekerjaan sama- sama ditekuni bisa berjalan beriringan.Tetapi jika anda yakin bahwa menulis sebagai profesi utama maka totalitas adalah kuncinya. Salam damai selalu.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H